BOPM Wacana

Usai Lolos Seleksi Berkas, Cagub-Cawagub FK Akan Magang

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom

Sosialisasi juklak dan juknis di Aula I,Gedung Abdul Hakim hanya dihadiri beberapa perwakilan KAM, MPMF, dan Gubenur Periode 2016, Senin (14/11). | Yulien Lovenny Ester Gultom Sosialisasi juklak dan juknis di Aula I, Gedung Abdul Hakim hanya dihadiri beberapa perwakilan KAM, MPMF, dan Gubenur Periode 2016, Senin (14/11)
Sosialisasi juklak dan juknis di Aula I,Gedung Abdul Hakim hanya dihadiri beberapa perwakilan KAM, MPMF, dan Gubenur Periode 2016, Senin (14/11). | Yulien Lovenny Ester Gultom
Sosialisasi juklak dan juknis di Aula I, Gedung Abdul Hakim hanya dihadiri beberapa perwakilan KAM, MPMF, dan Gubenur Periode 2016, Senin (14/11)

BOPM WACANA | Calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) yang lolos seleksi berkas akan mengikuti proses magang di pemerintahan mahasiswa (pema) selama tiga hari pada 28-30 November. Ini dimaksudkan agar cagub-cawagub mengetahui kondisi pemerintahan mahasiswa (pema) sekarang. Hal ini disampaikan Luhurul Amri, Ketua KPU FK, Senin (14/11) di ruang Aula I Gedung Abdul Hakim.

Amri tambahkan, jika pasangan cagub dan cawagub mengetahui kondisi dan masalah pema, mereka bisa memperbaikinya, tak hanya itu cagub dan cawagub akan mempelajari divisi-divisi di dalam pema serta tugas pokok dan fungsi (tupoksi). “Sama kayak magang-magang di tempat lain,” ujar Fadlan. Magang juga merupakan bekal cagub dan cawagub akan menyusun visi dan misi, karena telah melihat apa saja yang perlu diperbaiki ke depannya. “Ini juga seperti latihan kepemimpinan bagi cagub dan cawagub,” tambahnya

Menanggapi hal ini, Muhammad Yogie Pratama perwakilan KAM Rabbani katakan hal ini bagus, agar cagub dan cawagub mengetahui tupoksi dan departemen di Pema FK. Menurutnya ini adalah poin plus pemilihan gubernur di FK karena cagub dan cawagub diberi kesempatan untuk belajar.

 

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).