BOPM Wacana

Tingkatkan Pemahaman ISIS, Ilmu Sejarah Gelar Diskusi Publik

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Sri Wahyuni Fatmawati P

Ketua Panitia Sri Pangestu Dewi Murni memberikan plakat dan sertifikat kepada pemateri "Diskusi Publik di Gedung Serba Guna FIB, Kamis (23/4). Pemerintah membuat kebijakan yang berorientasi dengan kepentingan rakyat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan ISIS. | Sri Wahyuni Fatmawati P
Ketua Panitia Sri Pangestu Dewi Murni memberikan plakat dan sertifikat kepada pemateri “Diskusi Publik di Gedung Serba Guna FIB, Kamis (23/4). Pemerintah membuat kebijakan yang berorientasi dengan kepentingan rakyat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan ISIS. | Sri Wahyuni Fatmawati P

BOPM WACANA — Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mengadakan diskusi publik mengenai Islmic State of Iraq and Syria (ISIS) dengan tema Meminimalisir Pengaruh ISIS dan Radikalisme, Apa yang Harus Diperbuat? di Gedung Serba Guna FIB, Kamis (23/4). Ketua Panitia Sri Pangestu Dewi Murni menyampaikan diskusi publik ini bertujuan untuk memperjelas bagaimana ISIS sebenarnya dan bagaimana masyarakat harus menyikapinya.
Dewi menyampaikan saat ini masyarakat sudah dibingungkan dengan isu-isu yang berkembang seputar ISIS tanpa tahu mana yang benar dan salah. Diskusi ini diharapkan dapat membuka pikiran masyarakat terkususnya mahasiswa untuk lebih paham dan tidak mudah terbawa dengan ISIS maupun gerakan radikal lainnya.

Bagaimanapun, Dewi sampaikan, ISIS sudah menjadi hal yang dikhawatirkan masyarakat Indonesia padahal pemahaman mengenai ISIS juga belum sepenuhnya. “Ini untuk menghapus pertanyaan yang muncul di kepala kita sendiri mengenai ISIS,” sahutnya.

Dewi paparkan, dalam diskusi ini ISIS dibahas tidak hanya dari sisi agama saja, melainkan dari sisi sosial politik dan peranan media dalam peminimalisirannya.

Muhammad Iqbal Alfahri, Mahasiswa Ilmu Sejarah 2012 yang hadir sebagai peserta diskusi mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Menurutnya diskusi seperti ini baik untuk membuka wawasan mahasiswa tentang sumber konflik dan pergerakan politik yangs edang terjadi di timur Tengah. “Namun, mungkin akan lebih baik kalau ada juga pembicara yang pemuka agama, karena ISIS ini kan berbasis agama,” cetusnya.

Diskus publik ini merupakan kerja sama Departemen Ilmu Sejarah dengan Program Studi Magister Ilmu Sejarah dan Forum Diskusi Publik Pekanbaru-Riau.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).