BOPM Wacana

Tim ”Uwu” Raih Peringkat 3 pada Fisip Youth Government Debate Contest 2021

Dark Mode | Moda Gelap
Flyer satu anggota Tim “Uwu” Muhammad Da’i Kuncoro sebagai Best Speaker dalam Fisip Youth Government Debate Contest, Sabtu (13/11). | Nicola Cornelius Alemta Simarmata*

 

Oleh: Nicola Cornelius Alemta Simarmata*

USU, wacana.org – Universitas Sumatera Utara (USU) melalui delegasi Tim “Uwu” berhasil meraih peringkat ketiga dan penghargaan Best Speaker pada Fisip Youth Government Debate Contest yang diselenggarakan oleh Dema Fisip UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu anggota tim “Uwu” Muhammad Da’i Kuncoro, Minggu (14/11).

Tema debat yang diangkat oleh Fisip Youth Government Debate Contest 2021 yaitu “Menyulam Pemikiran Kritis dalam Upaya Pemulihan di Bidang Sosial Politik dan Mempertahankan Kesatuan Bangsa Pasca Pandemi Covid-19”. Da’i menuturkan bahwa pada kompetisi debat kali ini, timnya tidak merasa gugup atau terbebani sama sekali.



Tim “Uwu” sendiri terdiri dari tiga mahasiswa USU: Mahasiswa Hukum 2020 Dinda Yunisa sebagai pembicara satu, Mahasiswa Hukum 2017 Ariandi Ramadhan sebagai pembicara dua, dan Mahasiswa Manajemen 2019 Muhammad Da’i Kuncoro sebagai pembicara tiga.

Selain juara ketiga sebagai tim, Da’i juga mendapatkan title sebagai Best Speaker. Dirinya sangat bersyukur karena tujuannya dalam kompetisi debat telah tercapai. “Pertama kalinya jadi best speaker benar-benar membuat saya jadi lebih positif terhadap diri sendiri,” ungkapnya. 

Menanggapi hal ini, Mahasiswa Antropologi Sosial 2020 Willy Simbolon mengatakan bahwa Tim “Uwu” telah membawa prestasi dan kebanggaan bagi USU dengan meraih  peringkat ketiga, apalagi dengan predikat best speaker. “Seharusnya USU harus memberi apresiasi kepada setiap anggota tim,” tutupnya.

 

* Reporter adalah anggota magang Badan Otonom Pers Mahasiswa Wacana

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).