BOPM Wacana

Seorang Wartawan Perlu Terapkan So, What? Test

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom

Gunawan, Konsultan Televisi (berdiri) sedang menjelaskan kesalahan yang sering dilakukan reporter saat meliput berita, Selasa (17/11). Gunawan katakan salah satunya menggunakan video klise. | Yulien Lovenny Ester Gultom
Gunawan, Konsultan Televisi (berdiri) sedang menjelaskan kesalahan yang sering dilakukan reporter saat meliput berita, Selasa (17/11). Gunawan katakan salah satunya menggunakan video klise. | Yulien Lovenny Ester Gultom

Berastagi, wacana.org/arsip Seorang wartawan harus terapkan So,What? Test dalam menulis berita. Hal ini karena pembuat berita harus paham buat apa ia menulis. Demikian disampaikan Gunawan, Konsultan Televisi, Selasa (17/11).

Gunawan katakan saat ini banyak berita dibuat berdasarkan kepentingan pemilik media. Ia jelaskan seorang jurnalis sebaiknya jangan memberitakan mereka, yang kerjanya mau dilihat.

Gunawan tambahkan ketika hal ini terjadi maka penonton atau pembaca akan berpikir tujuan berita tersebut untuk apa. “Jadi, ketika membuat berita harus kita pikirkan berita ini dibuat untuk apa,?” ujar Gunawan. Oleh karena itu, kata Gunawan seorang wartawan harus skeptis dalam membuat berita.

Menanggapi hal ini, Mentari Jati Pratiwi dari Lembaga Pers Mahasiswa Profesi, Universitas Negeri Makasar sepakat. Ia katakan bahwa kini media di Indonesia sulit untuk tidak berkepentingan. Menurutnya seharusnya wartawan memberitakan berita bukan karena ia digaji oleh media. “Seharusnya jurnalis memberitakan kebenaran dan independen,” ujarnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4