BOPM Wacana

Sejumlah Ruang Kelas FIB Kekurangan Kursi

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Pebri Hardiansyah Pohan

Beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) duduk di kursi kuliah yang dibawa dari kelas ke parkiran sepeda motor FIB, Kamis (24/10).| Pebri Hardiansyah Pohan
Beberapa mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) duduk di kursi kuliah yang dibawa dari kelas ke parkiran sepeda motor FIB, Kamis (24/10).| Pebri Hardiansyah Pohan

BOPM WACANA | Sejumlah ruang kelas Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU kekurangan kursi. Seperti yang ada di seluruh ruang kelas di Gedung K dan Gedung I FIB. Akibatnya, banyak mahasiswa yang harus mengambil kursi dari kelas lain sebelum kuliah dimulai. Bahkan ada mahasiswa yang tidak kedapatan kursi untuk kuliah, mereka terpaksa duduk di lantai.

Hal tersebut juga dirasakan Freico Riangga, mahasiswa Sastra Jepang 2010. Keadaan Gedung K yang kekurangan kursi menyebabkan ia dan teman-temannya harus berebut kursi terlebih dahulu sebelum kuliah setiap hari Senin. “Enggak nyaman, enggak kondusif,” keluhnya, Jumat (11/10) lalu.

Rasmadi, Kepala Sub-bagian Perlengkapan FIB membenarkan hal tersebut. Beliau mengatakan bahwa pihak fakultas sudah beberapa kali mengajukan permohonan pengadaan kursi kuliah ke rektorat, tapi tak ada tanggapan baik yang diterima. “Awal 2013 kita udah masukkan surat untuk minta 1000 kursi ke birek (Biro Rektorat –red), tapi cuma cair 400,” katanya Kamis (24/10) lalu.

Menurut Rasmadi, keseribu kursi tersebut diperuntukkan ke Gedung O FIB. “Kalau ada lebih, ya kita pakai untuk menutupi kekurangan gedung lain. Tapi yang empat ratus itu aja kurang untuk gedung baru,” jelasnya.

Menurut Rasmadi, mahasiswa juga harus ikut menjaga fasilitas yang ada di kampus. Ia pernah mendapati beberapa mahasiswa dengan sengaja memotong kursi-kursi dari ruang kelas untuk dijadikan api unggun. Ada juga kursi-kursi yang dibawa ke luar ruang kelas untuk dijadikan tempat nongkrong di luar kelas.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).