Oleh: Aulia Sabrini Saragih
USU, wacana.org – Barang bukti berupa ganja yang telah siap edar dalam 118 paket kecil yang ditotalkan sebesar 508,6 gram belum berada di tangan mahasiswa USU saat terjadi penggrebekan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut), Toga H Panjaitan saat Press Release di Kantor BNNP Sumut, Senin (11/10).
Toga mengatakan lingkungan FIB tidak bisa dikatakan sebagai lokasi strategis penyebaran narkoba di USU. Tetapi, dikarenakan adanya kegiatan berkumpul dan diketahui adanya pemakai oleh si pengedar, maka mereka menargetkan untuk menjual paketan ganja tersebut di lingkungan FIB. “Kebetulan saja adik-adik kita ini sedang duduk di FIB jadi pengedar tahu siapa pemakai disitu, yaudah diedarkan disitu,” ujarnya.
Kesaksian mengenai peristiwa penggrebekan juga diberikan oleh saksi mata berinisial CK yang merupakan mahasiswa FIB 2015. Ia menerangkan saat penggerebekan terjadi Ia tengah duduk di tengah lapangan futsal FIB bersama dengan teman yang lain.
CK mendengar adanya BNNP yang tengah melakukan razia dari teman-teman yang berada di Sekretariat Gemapala dan mendengar ada beberapa ancaman yang dilontarkan oleh BNNP, seperti ancaman akan ditembak. Ada pula peristiwa percobaan penodongan senjata saat proses introgasi terjadi. “Rata-rata keterangannya sama ada yang ditodong di leher dan di kepala, bahkan orang-orang yang baru saja datang dituduh ikut-ikutan penasaran,” ujarnya.
Perbaikan:
Paragraf terakhir yang sebelumnya ditulis, “Sekretariat Marpala” diganti karena informasi kurang tepat.