BOPM Wacana

Rocky Gerung: Generasi Muda Harus Produksi Argumen, Bukan Sentimen

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Fredick Broven Ekayanta Ginting

Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung menyampaikan materi tentang bagaimana menjadi orang Indonesia dalam acara ‘Peta Kaum Muda Indonesia’ yang diselenggarakan Tempo Institute di Aula Fakultas Teknik USU, Senin (30/11). Rocky sampaikan masyarakat Indonesia perlu revolusi mental karena pada dasarnya masyarakat Indonesia sekarang masih memiliki mental feodal warisan masa Orde Baru. | Vanisof Kristin Manalu
Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung menyampaikan materi tentang bagaimana menjadi orang Indonesia dalam acara ‘Peta Kaum Muda Indonesia’ yang diselenggarakan Tempo Institute di Aula Fakultas Teknik USU, Senin (30/11). Rocky sampaikan masyarakat Indonesia perlu revolusi mental karena pada dasarnya masyarakat Indonesia sekarang masih memiliki mental feodal warisan masa Orde Baru. | Vanisof Kristin Manalu

BOPM WACANA Dosen Filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung mengatakan generasi muda harus memproduksi argumen untuk membangun bangsa ini, bukan memproduksi sentimen seperti yang banyak terjadi saat ini. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan “Peta Kaum Muda Indonesia” yang diadakan Tempo Insitute di Aula Fakultas Teknik, Senin (30/11).

Rocky mengatakan negara Indonesia tumbuh dari generasi yang bertengkar secara argumen. “Negeri ini tumbuh dari perkelahian pemikiran para founding fathers,” ungkapnya. Ia melanjutkan ada cekcok dalam argumen dan debat namun tetap untuk satu tujuan. Namun sekarang generasi muda jarang berargumen. “Yang diproduksi sentimen dan generasi yang produksi sentimen adalah generasi yang enggak punya masa depan,” tambahnya.

Salah satu peserta kegiatan ini Dian Purba berpendapat penggunaan media sosial seperti sekarang mengakibatkan generasi muda jarang memproduksi argumen. “Di medsos (media sosial—red) orang enggak mau baca yang panjang-panjang, dan tak ada waktu,” ucapnya. Justru yang dihasilkan hanya respon atas isu tertentu yang tanpa arah. “Saya khawatir kita bertindak tanpa berpikir,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Rocky mengatakan dunia ini dikendalikan oleh argumen. Argumen adalah mata uang pikiran. Manusia tidak bertukar pikiran dengan melihat tabungan, indeks prestasi, agama, atau apapun. Melainkan bertukar pikiran dengan pemikiran. “Masalah ga bisa selesai kalau dalam pikiran kita yang ada sentimen, bukan argumen,” tegas Rocky.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, anggota komunitas-komunitas di Kota Medan, pegawai, dan pemuda-pemuda dari beragam latar. Acara ini pun turut dimeriahkan oleh rapper J-Flow.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).