BOPM Wacana

Rektor USU: Independensi Pers Mahasiswa Harus Didampingi Intervensi Kampus

Dark Mode | Moda Gelap
Rektor USU Muryanto Amin saat memberikan kata sambutan di acara Seminar Semangat Jurnalistik Pers Mahasiswa dan Intervensi Kampus, Rabu (8/2) | Sondang William Gabriel Manalu

Oleh: Nicola Cornelius Alemta Simarmata

USU, wacana.org- Independensi Pers Mahasiswa harus didampingi dengan intervensi kampus. Hal ini diungkapkan oleh rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin saat memberi kata sambutan di acara Seminar Semangat Jurnalistik Pers Mahasiswa dan Intervensi Kampus pada Rabu (8/2).

Hal ini diungkapkan beliau sebab dalam hal teknis dan pelaksanaannya, kampus melalui rektorat memfasilitasi kegiatan jurnalistik pers mahasiswa agar mahasiswa punya sense of belonging terhadap kasus-kasus di sekitar lingkungannya, punya kemampuan untuk menulis, punya kemampuan untuk meliterasi digital kepada teman mahasiswa dan harus punya etika dan kesantunan.

Beliau menegaskan bahwa intervensi yang dimaksud bukan dalam kaitan dengan kebebasan pers namun agar mahasiswa punya kebebasan berpikir untuk menulis dan memenuhi etika jurnalistik. “Dan pada akhirnya kampus hanya membuat koridor do and done nya seperti apa,” ujarnya.

Ia juga menarik kembali soal kasus Suara USU yang dilakukan pada kepemimpinan rektor sebelumnya. Ia berdalih bahwa kasus tersebut terjadi karena Suara USU saat itu menurut penilaian pimpinan universitas itu sudah diluar dari konteks fungsi yang tadi disebutkan tentang jurnalistik pers mahasiswa. “Menurut penilaian pimpinan universitas itu sudah diluar dari konteks fungsi yang tadi disebutkan tentang jurnalistik Pers Mahasiswa.” kata beliau.

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Aliansi Pers Mahasiswa (APM) Sumatera Utara, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa terlalu berlebihan jika kampus harus memikirkan hal itu, apalagi harus sampai mengintervensi kegiatan di Pers Mahasiswa yang juga sudah memahami dasar-dasar jurnalistik. “Jangan sampai bentuk-bentuk intervensi lainnya yang justru tidak diatur di Kode Etik Jurnalistik malah diatur di kebijakan kampus.” tegasnya.

Iqbal menambahkan bahwa Justru jika kampus melakukan tindakan-tindakan intervensi, hal itulah yang nantinya mengurangi nilai-nilai Indepensi pada pers mahasiswa.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4