BOPM Wacana

Reaktualisasi dan Revitalisasi Pancasila dalam Pendidikan

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: M Januar

Saya pikir kita sudah meyakini Pancasila sebagai jati diri negara ini. Semua perilaku kehidupan harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila sebagai pondasi kita untuk bernegara. Pancasila sebagai ideologi harus diyakini dan mampu menjawab seluruh tantangan zaman.

Gencar pemberitaan di media massa akhir-akhir ini mengenai reaktualisasi dan revitalisasi Pancasila dalam dunia pendidikan. Mata pelajaran Pancasila yang telah lama hilang di dunia pendidikan akan diterapkan kembali sebagai mata pelajaran tersendiri. Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh menjanjikan Pancasila kembali diterapkan menjadi mata pelajaran tersendiri.

Dunia pendidikan merupakan media yang paling efektif dalam menanamkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan. Melalui dunia pendidikan mampu menciptakan generasi-generasi penerus bangsa yang memiliki jiwa-jiwa Pancasilais. Sehingga mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila di segala sendi-sendi kehidupan dalam bernegara.

Reaktualisasi Pancasila sebagai mata pelajaran tersendiri memang penting. Namun sasarannya tak hanya sampai pada titik itu saja. Pancasila harus mampu diaplikasikan dalam kehidupan baik itu di lingkup terkecil yaitu keluarga, kelas hingga dunia luar sehingga menjadikannya sebagai budaya. Tak hanya sekedar mata pelajaran belaka.

Masalah utama agar Pancasila berhasil menjadi nilai-nilai dalam budaya di sekolah adalah reaktualisasi dan revitalisasi Pancasila itu sendiri. Penguatan kembali nilai-nilai Pancasila dalam segala sendi kehidupan perlu menjadi pemikiran utama seluruh elemen bangsa. Termasuk para pengajar mata pelajaran itu sendiri.

Pengajar mempunyai peran penting di sini. Pengajar harus mampu menyalurkan arti Pancasila sesungguhnya kepada seluruh murid agar dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Saat ini meskipun sudah berganti kurikulum berulang kali namun metode pengajarannya pun tak ada beda. Hanya menjadikan manusia

Bisa karena Biasa

Bisa karena biasa. Itu lah yang menjadi kunci utama agar nilai-nilai Pancasila dapat diserap. Pancasila harus lah ditanamkan sejak dini. Caranya melalui dunia pendidikan tadi. Nilai-nilai Pancasila harus lah berada di dalam kurikulum dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Sekolah harus membudayakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai kejujuran, etika, bermusyawarah, kepedulian terhadap sesama harus ditanamkan sejak dini. Sifat-sifat tersebut akan tertanam jika dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi karakter bangsa bukan dihafal semata melalui buku paket.

Baru lah 1 Juni lalu kita memperingati hari lahirnya Pancasila. Hari itu tidak hanya sebagai peringatan seremoni belaka. Seharusnya bisa menjadi otokritik terhadap diri kita masing-masing. Sudah sejauh mana kita menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kecil saat ujian, apakah kita sudah jujur mengerjakan soal-soal tersebut? Sudah sejauh mana kita mendengar pendapat, kritik dari orang lain?

Perjalanan bangsa ini masih panjang. Banyak waktu bagi kita minimal untuk mengerti nilai-nilai agung Pancasila. Bila pemerintah dan elite politik tak lagi menjadi teladan dengan menerapkan kebijakan yang tak memihak pada rakyatnya sebagai generasi penerus harus lah kita paham dan biasakan nilai-nilai luhur Pancasila dala kehidupan sehari-hari.

 

Penulis adalah Redaktur Pers Mahasiswa SUARA USU 2011

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).