
Oleh: *Aurellia Mutiara Khairiza
USU, wacana.org – Program Studi (Prodi) Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar seminar bertajuk “Penguatan Kapasitas Dosen dan Mahasiswa terhadap Mata Kuliah Berbasis MOOC” di Aula FISIP USU, Jumat (16/10/2026).
Anggi Maisarah, selaku pemateri, menjelaskan pengembangan KelasPintar USU sebagai platform pembelajaran daring berbasis Massive Open Online Course (MOOC) yang terbuka untuk siapa saja. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan dan ilmu pengetahuan dari dosen serta ahli USU kepada masyarakat umum yang memiliki perangkat, akun, dan akses internet.
“Direktorat Digitalisasi Pembelajaran (DitDP) sekarang sedang mengembangkan progam KelasPintas seperti platform Ruang Guru yang dapat diakses oleh semua orang, asal memilki device, akun, dan internet. di KelasPintas nanti terdapat dua jenis course, yaitu MOOC kredit yang berbayar dan dapat sertifikat, serta non-Kredit yang dapat diakses secara gratis tanpa sertifikat, tapi dapat badge of completion sebagai bukti penyelesaian course,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penentuan target pengguna menjadi hal penting dalam penyusunan course di KelasPintar USU. “Target pengguna kita mencakup sivitas akademika USU, perguruan tinggi mitra, institusi, profesional, perusahaan, masyarakat umum, dan mitra industri. Saat membuat course, kita harus tahu targetnya siapa agar modul dan video pembelajaran lebih terstruktur dan tepat sasaran,” jelas Anggi.
Salah satu peserta, Miftahul Ihsan, menyoroti pembahasan narasumber yang dinilai hanya berfokus pada dosen, “Sejak awal judul menyebutkan dosen dan mahasiswa, tetapi pembahasan lebih berfokus pada dosen. Sebenarnya apa indikator keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan sebuah course?,” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Anggi Maisarah, menyampaikan bahwa seminar ini memang lebih ditujukan kepada dosen daripada mahasiswa. Namun, setelah berdiskusi dengan salah satu dosen Ilmu Politik, mereka sepakat untuk menambahkan mahasiswa sebagai peserta seminar.
“Saya sudah jelaskan kepada salah satu dosen prodi Ilmu Politik bahwa jika mahasiswa juga ikut dalam seminar ini, approach-nya sudah berbeda, karena kami dari direktorat ingin memperkenalkan konsep MOOC dan menegaskan bagaimana proses penyusunan MOOC, bukan dari point of view mahasiswa sebagai pengguna,” terangnya
“Namun, kami sepakat menambahkan mahasiswa untuk product awareness, agar mahasiswa lebih mengetahui keberadaan DitDP dan menyadari bahwa USU terus berkembang dalam meningkatkan inovasi pembelajaran melalui MOOC,” tambah Anggi.
*Reporter adalah anggota magang BOPM Wacana 2026.



