BOPM Wacana

Perjalanan Mencari Jawaban Masalah Hati

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Rati Handayani

2013 - travelovingJudul buku: Trave(love)ing 2 : 10 kota, 5 negara, 3 benua, 2 pilihan, 1 jawaban

Penulis: Diar Trihastuti, Eliysha Saputra, Roy Saputra dan Tirta Prayudha

Penerbit: Gradien Mediatama

Tahun terbit: 2013

Jumlah Halaman: 304

Inilah perjalanan empat anak manusia ke tempat berbeda yang tanpa disadari memberikan jawaban akan permasalahan cinta masing-masing.

Layaknya sebuah perjalanan, cerita ini diawali keberangkatan Roy dari Kuala Lumpur Malaysia menuju Jakarta setelah menonton pertandingan sepak bola di Stadiun Bukit Jalil. Di bandara, romansa Roy dimulai dengan pertemuannya dengan seorang gadis yang membuatnya penasaran. Selain itu, ia juga bertemu Tirta, temannya di sosial media, yang tengah transit untuk pergi ke Hanoi, Vietnam. Pertemuannya dengan Tirta membuka babak baru cerita perjalanan Tirta.

Di awal ceritanya, Tirta memilih memulai romansanya dengan flashback ke masa lalu dengan menceritakan kisah cintanya dengan Chaca. Kemudian pembaca diperkenalkan dengan masalahnya. Tentang kegundahannya memilih Chaca, pacar yang sudah empat tahun bersamanya atau Denira, orang baru yang memberikan pengalaman-pengalaman baru padanya sehingga ia merasa hidupnya tak monoton.

Begitu seterusnya, cerita perjalanan Tirta menuju berbagai objek wisata sejarah dan alam di Vietnam selalu diselingi kilas baliknya ke masa lalu hingga akhirnya ia memilih untuk tetap bersama Chaca.

Lalu benang merah cerita dilanjutkan Shasa, mahasiswa Indonesia di Amerika yang merupakan kenalan Roy di dunia maya. Roy dan Shasa bertukar cerita petualangan masing-masing. Sederhana, masuklah ke petualangan Shasa yang membelah Amerika mulai Chicago, Whasington, Philadelhia lalu New York. Pun cerita Shasa diselingi konflik batinnya untuk menentukan apakah menyudahi atau mempertahankan hubungannya dengan kekasihnya karena sang kekasih akan melanjutkan sekolah di kota lain yang mengharuskan mereka berhubungan jarak jauh.

Tokoh utama terakhir cerita ini adalah Diar. Diar mewujudkan mimpinya ke Eropa dengan memulai perjalanan di Italia. Di Italia ia ke Venice, Colosium, dan Menara Pisa. Lalu dilanjutkan dengan Swiss. Terakhir ke Prancis, tepatnya ke Menara Eifel. Dalam petualangannya, tengah Diar mengalami masalah cinta. Apakah akan kembali merajut kasih dengan mantan kekasihnya yang masih belum siap menikahinya.

Bak perjalanan pada umumnya yang diakhiri kepulangan. Keempat tokoh pulang setelah berpetualang dengan jawaban akan kegundahan hati masing-masing. Jawaban itu tak sengaja mereka dapat, namun perjalanan telah memberikan mereka hal yang tak mereka minta. Traveling give you things you never you knew to need, itulah tulisan Diar dalam akhir ceritanya.

Seperti ulasan cerita di atas, cerita ini punya banyak tokoh utama dan latar tempat yang menyatukan empat tulisan dengan latar tempat yang berbeda sehingga menjadi tantangan besar novel ini agar tetap enak dibaca. Di awal cerita, pembaca akan merasa nyaman dengan alur yang mengikat benang merah satu cerita dengan yang lain. Masuk ke tengah cerita, perlahan benang merah mulai hilang dan muncul mendadak di akhir cerita.

Setiap bab menceritakan tokoh dan latar tempat yang berbeda. Dari bab cerita Roy lalu Tirta, kembali ke Roy lalu Shasha dan dilanjutkan Roy lagi kemudian Diar dan begitu seterusnya membuat pembaca binggung dan harus membalik lembaran novel ini kembali pada cerita tokoh utama sebelumnya untuk mengingat si tokoh tengah dimana dalam perjalananya. Namun di akhir cerita tampaknya diberikan alasan cerita ini dikemas demikian. Ada kesamaan dalam penyelesaiannya. Yaitu perjalananlah yang memberikan mereka jawaban akan persoalan cinta masing-masing.

Karena ini bukan hanya roman, namun roman yang dikemas dalam cerita perjalanan. Maka akan lebih bijak jika deskripsi-deskripsi beberapa tempat yang diberikan lebih detail sehingga pembaca seolah tengah ikut dalam perjalanan itu. Namun cerita Diar merupakan cerita dengan deskripsi yang lebih baik dari yang lain. Secara keseluruhan, persoalan deskripsi lumayan berhasil diatasi dengan foto-foto yang dimuat.

Awalnya, cerita perjalanan ini seperti menampilkan hal berbeda sehingga tak seperti cerita perjalanan pada umumnya. Tapi ternyata dibalut cerita cinta dan itu cukup berhasil dipadukan. Jadi bagi Anda yang suka cerita petualangan dan roman, novel ini layak dibaca karena penyajiannya yang ringan. Namun mungkin agak bosan dengan konflik percintaan yang sudah tertebak akhirnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).