BOPM Wacana

Pengetahuan Seksual Penting Bagi Remaja RMR

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Rati Handayani

Dosen FPsi Yulita K Asra (kanan) membawakan materi dalam acara Seminar Ilmiah di ruang 3B FPsi, Kamis (14/3). | Andika Syahputra
Dosen FPsi Yulita K Asra (kanan) membawakan materi dalam acara Seminar Ilmiah di ruang 3B FPsi, Kamis (14/3). | Andika Syahputra

BOPM WACANA – Pengetahuan seksual bagi remaja retardasi mental ringan (RMR) dari orang tua sangat penting mengingat seringnya mereka menjadi korban pelecehan seksual. Pemberian pengetahuan seksual oleh orang tua dipilih karena orang tua adalah orang yang paling dekat dengan anak dan mengerti kondisi anak. Pernyataan itu disampaikan Yulita Kurniawati Asra, pembicara dalam acara Seminar Ilmiah, salah satu rangkaian acara memperingati Dies Natalis Fakultas Psikologi (FPsi) ke-14 di gedung B FPsi, Kamis (14/3)

Yulita menjelaskan ciri remaja RMR ini adalah mempunyaiIntelligence Quotient 50-70, hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa sederhana dan tidak bisa mengerti bahasa dengan kalimat-kalimat panjang serta harus diberi contoh-contoh nyata saat berbicara.

Dalam acara itu Yulita menyajikan materi yang menjadi judul tesisnya yakni Efektivitas Psikoedukasi pada Orang Tua dalam Meningkatkan Pengetahuan Seksualitas pada Remaja Retardasi Mental Ringan. Yulita menjelaskan berdasarkan wawancaranya dengan Pusat Kajian Perlindungan Anak Kota Medan ada enam remaja RMR perempuan dan satu remaja RMR laki-laki yang menjadi korban pelecehan seksual rentang 2010-2012. Selain itu ia juga mendapat laporan dari pihak sekolah tentang hal ini.

Yulita bertindak sebagai observer dan penyusun modul yang diberikan pada orang tua remaja retardasi mental ringan dalam tiga kali pelatihan dengan rentang masing-masingnya sembilan hari. Isi dari modul tersebut adalah pengetahuan-pengetahuan seksual meliputi pengetahuan tentang organ tubuh, organ reproduksi dan fungsinya, pengetahuan tentang gender dan peran sosial, ciri-cir pematangan pertumbuhan fisik laki-laki dan perempuan, cara pandang dan sikap terhadap tubuh, dan bagaimanamembina hubungan dengan lawan jenis.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).