BOPM Wacana

Pendidikan Nelayan Penting untuk Tingkatkan Kualitas Maritim Indonesia

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh:  Yulien Lovenny Ester G

Suasana Workshop "Membangun Sinergitas Ekonomi, Lingkungan, Hukum, Budaya, dan Keagamaan untuk Menegakkan Negara Maritim Bermatabat" di ruang IMT-GT, Jumat (6/3).
Suasana Workshop “Membangun Sinergitas Ekonomi, Lingkungan, Hukum, Budaya, dan Keagamaan untuk Menegakkan Negara Maritim Bermatabat” di ruang IMT-GT, Jumat (6/3).Panitia workshop akan melihat keadaan laut di Sumatera Utara akhir Maret ini. | Yulien Lovenny Ester G

BOPM WACANA | Pendidikan nelayan merupakan hal terpenting untuk meningkatkan kualitas kemaritiman Indonesia. Sebab dengan pengetahuan atau kearifan lokal nelayan dapat mengelola sumber daya alam Indonesia dengan baik. Hal ini disampaikan Junaidi, Perwakilan dari Serikat Nelayan sumatera Utara (SNSU) dalam workshop bertajuk Membangun Sinergitas Ekonomi, Lingkungan, Hukum, Budaya, dan Keagamaan untuk Menegakkan Negara Maritim Bermatabat di ruang Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT), Jumat (5/3).

Pendidikan bagi nelayan meliputi pendidikan formal dan informal. Pendidikan formal dilakukan dengan memberi pengajaran tentang ilmu pengetahuan sedangkan pendidikan informal dapat dilakukan dengan memberi pendidikan bersifat soft skill. “Kan, di pinggir pantai kita lihat banyak mangrove, kita ajarkan bagaimana membuat makanan dari itu,” ujarnya.

Junaidi bilang, pendidikan ini penting untuk membuat masyarakat pesisir khususnya nelayan paham dan mau menjaga lingkungan perairan.

Menanggapi hal ini, Teruna Tarigan, Kepala Bidang Dinas Perikanan Serdang Bedagai sepakat, ia bilang dengan mendapat pendidikan nelayan dapat mengelola lingkungannya dan hasilnya bermanfaat untuk nelayan serta dapat memanajemen hasil pendapatan dan penjualannya. Jika pendidikan ditingkatkan, kualitas sumber daya manusia meningkat dan berkualitas.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).