Oleh: Chalista Putri Nadila
USU, wacana.org — Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Reka Cipta USU menyatakan sikap mendukung kebebasan menyampaikan ekspresi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI. Hal ini disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Muhammad Rizki Fadillah melalui press release yang dikirim dari pesan broadcast via WhatsApp, Selasa (29/6).
Rizki mengatakan tindakan yang dilakukan BEM UI merupakan salah satu bentuk tindakan yang lumrah, “Adapun yang dibuat oleh teman-teman BEM UI merupakan wujud penyampaian ekspresi yang sah dalam koridornya,” ujar Rizki. Menurutnya, postingan tersebut bisa diambil sebagai kritik dan tidak perlu dipermasalahkan.
Pernyataan ini dirilis sebagai terusan dari persoalan BEM UI yang memberikan kritik terhadap Presiden Joko Widodo sebagai “The King of Lip Service” via Instagram, yang dianggap menjadi permasalahan untuk beberapa kalangan.
Rizki menegaskan bahwa PEMA USU bersolidaritas dengan BEM UI. Menurutnya, mahasiswalah yang diharapkan masyarakat sebagai agen dalam mengkritisi pemerintah, “Kita mahasiswa tidak akan mundur dalam mengkritik pemerintah,” jelasnya.
Dimas Fauzi Akbar mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018 mengatakan apa yang di lakukan oleh BEM UI adalah hal yang harusnya biasa, “Aku setuju dengan yang mereka lakukan, sesuai dengan (press release—red) Pema USU tentang mahasiswa adalah agen masyarakat dalam mengkritik pemerintah,” tungkasnya.