BOPM Wacana

Panduan Mudah Berwirausaha Muda

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Ferdiansyah

2013 - StudentpreneurshipJudul: Studentpreneur Guidebook

Penulis: Arry Rahmawan

Penerbit: GagasMedia

Tahun Terbit: 2013

Halaman: 340 Halaman

Harga: Rp 66.000

Sama seperti buku motivasi kebanyakan, Arry memberikan panduan berwirausaha berdasarkan pengalaman pribadi. Uniknya terdapat beberapa halaman khusus untuk pembaca menulis sendiri lembar aktivitas untuk membangun usaha.

Pertama, membangun usaha. Chapter 1 langsung dibuka dengan kalimat “Student Today, Entrepreneur Also.” Dilengkapi dengan ilustrasi seorang mahasiswa dan seorangusahawan. Di sini Arry membeberkan gambaran umum memulai usaha dan masalah yang biasanya dihadapi saat mulai membangun usaha. Ia juga lebih banyak mencantumkan pengalaman pribadi diselingi sepenggal kisah-kisah beberapa orang sukses yang dulunya memulai usaha dari level mahasiswa.

Membangun usaha berawal dari keberanian lalu tinggal kembangkan kreatifitas yang ada. Contohnya pada suatu seminar yang diisi Arry. Ia bertanya kepada peserta “Jika saya memberikan kepada anda seribu sisir, berapa sisir yang bisa anda jual selama tiga hari ke sebuah desa wisata di Bali yang semua penduduknya gundul?”

Ada yang menjawab, “Saya paling hanya bisa jual sepuluh, tergantung berapa jumlah wisatawan yang ke sana.”

“Enggak bisa lah kita jual sisir di sana, itu melecehkan mereka,” jawab yang lain

Terakhir ada yang berkata, “Saya bisa. Saya akan menemui kepala desa cari tahu khas desa itu, kemudian sisir itu bisa diukir dengan corak yang khas dan dijual ke wisatawan mancanegara.”

Kembali lagi pada kreatifitas, hal yang sepertinya tidak mungkin akan menjadi mungkin dilakukan jika ada kreatifitas disertai keberanian. Membangun usaha membutuhkan strategi, keberanian, kreatifitas serta perencanaan yang jelas

Kedua, menjalankan usaha. Ada riset yang menyebutkan sebanyak 80% usaha akan mati di tahun pertama, 10% mati sebelum tahun kelima dan hanya 4% yang bertahan hingga tahun kesepuluh.Salah satu tantangan terbesar dalam bisnis sebenarnya bukan hanya merancang dan mendirikannya saja, tetapi juga bagaimana mempertahankannya.

Masalah terbesar mahasiswa dengan kegiatan wirausaha ialah waktu. Waktu luang yang dimiliki sebenarnya cukup banyak dibanding saat sekolah dulu. Waktu belajar sudah pasti, masuk pukul tujuh pagi dan pulang bisa hingga pukul empat sore. Namun saat kuliah, kelas bisa berpindah dan waktu kuliah pun tidak sepadat sewaktu sekolah. Ini bisa menjadi peluang besar untuk memulai bisnis. Dalam hal kepadatan waktu, sebenarnya kuliah itu lebih senggang dibandingkan sekolah. Tapi ingat, bisa jadi kesenggangan itu justru malah digunakan untuk hal yang tidak penting. Maka perlu strategi agar kuliah lancar walapun kita juga berwirausaha.

Strategi yang bisa dicoba ialah mengenali tipe-tipe dosen. Mengenali tipe dosen ini sangat membantu untuk mengatur waktu antara belajar dan berbisnis. Lalu, strategi selanjutnya ialah belajar dengan teman. Mungkin maksudnya agar tidak ada satupun materi perkuliahan yang tidak kita mengerti selagi kita juga fokus menjalankan usaha.

Ketiga, mengembangkan usaha. Saat meluncurkan bisnis baru, seringkali kita langsung berfikir untuk membuka cabang atau membuat sistem waralaba. Baru diluncurkan beberapa bulan, langsung dibuat sistem kemitraan dengan penawaran berbagai macam proyeksi keuntungan dengan skenario yang paling optimis. Banyak pengusaha yang tergesa-gesa memproyeksikan jumlah pembelinya tanpa sadar bahwa ada di antara mereka yang tergolong pelanggan semu atau pseudo-customer.

Idealnya, proyeksi pelanggan bisa dibuat setelah tiga bulan bisnis berjalan. Di bidang kuliner misalnya, grafik kunjungan jatuh di bulan keempat apabila produk yang ditawarkan biasa saja. Jadi stay aware dan ketahui beberapa solusi mengatasi krisis seperti analisis akar masalah atau pengetatan biaya.

Secara keseluruhan, buku ini mudah jadi panduan bagi kita yang ingin berwirausaha. Jiwa wirausaha pria kelahiran 1990 ini memang sudah tercium sejak Sekolah Dasar dengan berjualan tazos, stiker dan kartu permainan. SMP dan SMA pun dilalui Arry dengan bergabung di OSIS. Hingga di Perguruan Tinggi, menjadi Vice President Centre for Entrepreneurship Development Studies di Universitas Indonesia membuatnya memiliki jam terbang yang cukup dalam berbisnis.

Meskipun begitu, dari segi penyampaian Arry masih sering menggunakan kalimat-kalimat panjang untuk mengungkapkan satu gagasan. Namun tetap yang saya suka dari buku ini ialah ilustrasi dan lembar aktivitas yang semakin membuat pembaca betah berlama-lama menatap buku ini meskipun terdiri dari 10 chapter dan 65 topik pembahasan. Tak lupa Arry menyelipkan contoh-contoh surat ataupun laporan-laporan yang akan diperlukan saat kita memiliki sebuah usaha. Benar-benar buku panduan.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4