BOPM Wacana

Olimpiade Kimia Indonesia 2015, IMK Targetkan 1500 Peserta

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Shella Rafiqah Ully

Rehlin Berutu, Ketua Panitia OKI 2015 (kiri) dan seorang anggota panitia tengah menunggu pendaftar di meja registrasi OKI 2015 di Gedung Unit 1 FMIPA. OKI 2015 akan kembali di gelar pada Desember mendatang. | Shella Rafiqah Ully
Rehlin Berutu, Ketua Panitia OKI 2015 (kiri) dan seorang anggota panitia tengah menunggu pendaftar di meja registrasi OKI 2015 di Gedung Unit 1 FMIPA. OKI 2015 akan kembali di gelar pada Desember mendatang. | Shella Rafiqah Ully

BOPM WACANA | Ikatan Mahasiswa Kimia (IMK) targetkan 1500 peserta pada Olimpiade Kimia Indonesia (OKI) 2015 yang akan digelar Desember mendatang. Hal tersebut disampaikan Rehlin Berutu, Ketua Panitia OKI 2015, Kamis (29/10).

Rehlin bilang target peserta ini bertambah dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya seribu orang tapi yang hadir 1300. Target 1500 peserta ini juga berhubungan dengan rencana panitia yang akan membiayai pemenang pertama mengikuti Olimpiade Kimia Nasional 2015 di Universitas Indonesia Februari mendatang. “Biaya kontribusi saat pendaftaran dari 1500 peserta inilah yang kita pakai,” ujarnya. Selain itu Rehlin berharap dengan semakin banyak target peserta, maka pesaing para siswa akan lebih banyak.

Untuk mencapai target itu, Rehlin jelaskan bahwa panitia tengah menggencarkan sosialisasi melalui media sosial dan dan undangan langsung ke sekolah-sekolah di wilayah regional Sumatera Utara.

Fachri Afif Maulana, Siswa Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 2 Medan katakan penambahan target ini adalah hal yang bagus. Sepakat dengan Rehlin, ia katakan semakin banyak sekolah yang mendaftar maka akan semakin banyak pesaingnya. Ini akan membangun suasana kompetitif karena para peserta juga akan membawa nama sekolah saat olimpiade berlangsung. “Makin horor suasananya,” ujar Afif.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).