BOPM Wacana

MWA: Perwakilan Mahasiswa Harus Ada di MWA

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Adinda Zahra Noviyanti

Fahmi Natigor Nasution, Sekertaris MWA saat diwawancarai oleh SUARA USU, Sabtu (27/8).| Suratman

BOPM WACANA – Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) Fahmi Natigor Nasution mengatakan perwakilan mahasiswa harus ikut di jajaran MWA. Hal ini bertujuan sebagai pembelajaran bagi mahasiswa tentang kebijakan kampus. “Mahasiswa harus terlibat karena kebijakan yang dibuat juga untuk mahasiswa,” Jumat (21/7).

Fahmi menjelasakan ada beberapa elemen yang mengisi MWA diantaranya menteri, rektor, senat akademik (SA), dan masyarakat. Sedangkan, hingga saat ini masih belum ada wakil dari mahasiswa.

Fahmi mengatakan presiden mahasiswa seharusnya menjadi tokoh mahasiswa yang mengisi di MWA. Namun, karena saat terpilihnya Prof Runtung sebagai rektor, presiden mahasiswa masih kosong maka tak ada wakil mahasiswa di MWA.

Menurutnya jika mahasiswa ingin wakilnya ada di MWA, harus ada persiapan yang matang. Semua sistematis perwakilan harus benar-benar dipikirkan oleh pemerintahan mahasiswa.

Ia menjelaskan masa jabatan MWA sama seperti rektor yaitu lima tahun sedangkan periodesasi presiden mahasiswa hanya satu tahun. Sehingga, mahasiswa harus merencanakan apakah akan berganti wakil mahasiswa di MWA setiap tahunnya atau seperti apa. Jika ada regulasi yang jelas nantinya MWA bisa mempertimbangkan untuk memasukkan unsur mahasiswa dalam MWA di statuta USU pada kepemimpinan USU selanjutnya.

Presiden Mahasiswa USU 2017 Wira Putra menyambut baik pernyataan MWA. Menurutnya, mahasiswa memang harus ikut serta dalam kebijakan-kebijakan yang diterapkan di USU. Kalau pun tidak bisa memberikan hak suara minimal mahasiswa bisa memberikan saran. “Mahasiswa harus menjadi subjek bukan hanya objek,” paparnya.

Kemungkinan hal ini juga dapat mempengaruhi perubahan petunjuk pelaksana nantinya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).