BOPM Wacana

Mereka Menipu Dunia

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Fredick Broven Ekayanta Ginting

Judul: Art of Deception

Pengarang: Jerry D Gray

Penerbit: Gema Insani Press

Tahun Terbit: 2012

Jumlah Halaman: 335

Harga: Rp 57.700

 

Kejadian-kejadian besar di dunia ini bukanlah sebuah kejadian yang secara kebetulan terjadi. Namun, sudah direncanakan oleh sekelompok orang dan merupakan sebuah bagian dari rencana yang besar.

Dalam buku ini, Jerry D Gray mengungkapkan bahwa ada kekuatan di dunia yang sedang mengatur berbagai kejadian yang terjadi selama ini. Kejadian-kejadian itu berkaitan dengan salah satu tanda kiamat menurut Islam, yaitu munculnya Dajjal.

Mereka (kekuatan itu) menyambut kedatangannya dengan cara memengaruhi seluruh penduduk di dunia agar mengikuti kemauan mereka, menyembah Lucifer (setan). Menyembah setan adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh semua agama, sehingga mereka mencoba mengubah agama dan keyakinan-keyakinan yang mempercayai adanya Tuhan demi memuluskan rencana mereka membawa penduduk di dunia menyembah Lucifer.

Mereka mengendalikan media, melalui itu mereka mengendalikan opini publik, kemudian memengaruhi pikiran yang menjurus ke pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan agama.

Salah satu kejadian yang mengelabui dunia adalah kejadian 9/11(nine-eleven). Buku ini mengungkapkan fakta-fakta bahwa pemberitaan yang selama ini diberikan oleh Gedung Putih Amerika Serikat (AS) tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Kejadian yang terjadi pada tanggal 11 September 2001 silam itu adalah penabrakan dua pesawat komersil yang sebelumnya dibajak oleh teroris (orang Arab). Lalu terdapat pula hantaman pesawat yang mengenai salah satu sisi dari Pentagon (gedung Departemen Pertahanan AS).

Demikian pernyataan resmi dari Gedung Putih, sekaligus berita yang disebar oleh media kepada penduduk dunia. Melalui pernyataan atas kejadian itu, Presiden AS saat itu, George Walker Bush, menyerukan perang terhadap teroris kepada dunia.

Padahal, kejadian tersebut sebenarnya didalangi oleh pemerintah AS. Buku ini menyajikan fakta-fakta tersebut yang dilengkapi bukti, baik bukti secara logika berpikir, bukti melalui komentar dari orang-orang yang berada di sekitar gedung World Trade Center (WTC) saat kejadian terjadi, hingga bukti-bukti berupa foto. Secara logika, tidak mungkin teroris dengan mudahnya membajak pesawat komersil dari lapangan udara yang dijaga ketat oleh petugas bandara dan tentara udara AS.

Selain itu peralatan-peralatan milik bandara AS juga sangat canggih, sehingga sulit bagi sembarangan orang untuk masuk langsung ke lapangan udaranya, apalagi hingga memasuki pesawat, kemudian menerbangkannya. Lalu ada fakta yang mengejutkan bahwa nama-nama yang dikatakan oleh AS sebagai pembajak dan teroris bukanlah penumpang pesawat penabrak itu. Dan mereka bersaksi mereka tidak berada di AS saat kejadian.

Orang-orang di sekitar lokasi kejadian saat itu mengatakan bahwa terdapat ledakan bom berkali-kali dari dalam gedung WTC, selain ledakan yang diakibatkan oleh tabrakan pesawat. Bahkan ada orang yang selamat dari dalam gedung tersebut mengatakan ia mendengar ledakan bom yang sangat keras secara beruntun di lantai bagian bawah, padahal pesawat menabrak bagian atas dari gedung.

Ini menunjukkan bahwa kejadian ini telah direncanakan dan disusun dengan sangat rapi. Bom-bom dalam gedung tersebut telah dipersiapkan sebelumnya. Kemudian, terdapat juga penabrakan terhadap salah satu sisi dari Pentagon oleh pesawat lain yang juga dibajak. Pesawat itu adalah berjenis Boeing 737. Padahal dalam foto, hantaman yang mengenai dinding Pentagon kecil, tidak sebesar pesawat Boeing 737.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa bisa sampai pesawat tersebut masuk hingga menyentuh Pentagon. Padahal wilayah Pentagon dalam radius 10 kilometer sangat diawasi dengan ketat. Lalu ketika pesawat itu memasuki wilayah tersebut, pesawat militer yang selalu siaga dalam menjaga pertahanan gedung tersebut hanya diam dan tidak mengejarnya. Itu hanya beberapa dari fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi. Jerry D Gray memberikan banyak bukti-bukti lain dengan data-data yang mendukung.

Apakah kaitannya kejadian 9/11 ini dengan rencana sekelompok orang tadi? Dan siapakah sekelompok orang itu? Kejadian 9/11 direkayasa oleh pemerintahan Bush sebagai alasan untuk menyuarakan perang terhadap teroris dan perang terhadap Muslim! Karena mereka mengidentikkan teroris dengan umat Muslim. Dengan alasan itu mereka mulai menginvasi Afghanistan, Irak, dan Lebanon. Selanjutnya terjadi gejolak di negara-negara Muslim lain seperti Mesir, Tunisia, Libya, dan Suriah akibat campur tangan dari AS.

Alasan dibalik invasi dan campur tangan itu adalah untuk menguasai dan mengeksploitasi kekayaan alam, terutama minyak bumi, dari negara-negara tersebut. Dengan itu, mereka menjaga status sebagai negara adidaya dan memegang perekonomian dunia.

Kelompok orang tersebut adalah kelompok yang ingin membuat dunia dalam tatanan baru (New World Order). Mereka adalah keturunan Yahudi yang menamakan kelompoknya dalam Illuminati, Freemason, Rotschild, dan Billderberg. Dan George Walker Bush adalah bagian dari mereka. Mereka memiliki protokol Zion yang menjadi acuan mereka, dan menetapkan agenda-agenda untuk mewujudkan tatanan dunia baru. Kejadian 9/11 adalah salah satunya. Tatanan dunia baru mereka akan menyembah setan dan mereka akan menyambut kedatangan Dajjal.

Dalam buku ini dipaparkan bagaimana bentuk tatanan dunia baru yang akan diwujudkan oleh mereka, agenda-agenda yang telah mereka jalankan ataupun sedang direncanakan, dilengkapi dengan data-data dan fakta. Penulis ingin mengajak pembaca merenungi kejadian yang terjadi di sekitar kita selama ini, dan mencoba mendapatkan fakta-fakta yang sesungguhnya. Fakta bahwa setiap kejadian tidak terjadi secara tiba-tiba dan mempunyai kaitan dengan kejadian yang sudah pernah terjadi sebelumnya ataupun kejadian yang akan terjadi di masa mendatang.

Maka Gray mengajak pembaca untuk selalu waspada, meningkatkan keimanan, dan tidak sekalipun untuk meninggalkan agama. Salah satu pesannya dalam buku Art of Deception ini adalah: “Pencapaian setan yang tertinggi adalah meyakinkan kita bahwa ia tidak ada. Perlindungan terbaik bagi kita adalah bersatu, mengisi diri dengan ilmu, dan jangan sekali-sekali jatuh pada bujukan setan, atau anda akan hancur. Justru pada sulit dan sempitlah keimanan seseorang harus berada pada puncaknya.”

Bahasa yang digunakan Gray dalam buku ini tidak rumit untuk dipahami. Jarang terdapat kalimat-kalimat yang mengandung kiasan, ambigu, ataupun istilah asing. Setiap pemaparan disertai bukti yang langsung dapat dimengerti.

Lalu, setiap sesi dalam buku ini disertai pernyataan yang bersifat teka-teki bagi pembaca. Pernyataan pada setiap akhir sesi selalu membuat pembaca membayangkan apa yang selanjutnya tertulis di buku ini, sehingga membuat kita penasaran dan tidak bosan sebelum sampai pada akhir buku. Isi tersusun dalam alur yang berhubungan satu sama lainnya. Dalam buku ini juga, pembaca diajak berpikir serta memainkan logikanya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).