BOPM Wacana

Menguak Kesuksesan dengan Otak Kanan

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh Elvi Rahmi

Judul                : 13 Wasiat Terlarang! Dahsyat dengan Otak Kanan
Pengarang        : Ippho Santosa PhG
Penerbit            : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit      : 2008
Tebal Buku        : 256 halaman
Harga               : Rp 82.800

Orang Batak bilang, “Dalan Siamun”. Pilihlah jalan yang kanan. Banyak buku yang mengaku membahas tentang otak kanan. Ternyata, isinya tidaklah demikian. Buku ini adalah pengecualian. Dengan segala keunikannya, buku ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI), bahkan diberitakan secara meluas pada belasan televisi dan surat kabar. Hal yang wajar jika buku ini menjadi pemberitaan hangat ketika peluncurannya. Pasalnya, buku ini ialah buku lanjutan dari buku 10 Jurus Terlarang! Kok Masih Mau Bersaing Cara Biasa? yang meletup dipasaran. Hingga Januari 2012, buku 13 Wasiat Terlarang! Dahsyat dengan Otak Kanan ini telah melewati cetakan ke-17.

Bagaimana mempercepat kesuksesan dengan keunggulan-keunggulan khas otak sebelah kanan, itulah ide pokoknya. Tentu saja, ala Ippho Santosa. Buku ini berisikan beragam perbendaharaan serba otak kanan yang dapat mengubah persepsi orang-orang yang dominan otak sebelah kirinya untuk ‘meng-kananisasi’ otaknya.

Berisikan fakta-fakta seputar otak kanan yang kemudian membuat buku ini sangat layak untuk dibaca. Pendidikan konvensional, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi selalu dan terlalu banyak mencerdaskan otak kiri. Terlebih-lebih pendidikan pasca sarjana. Dengan gemblengan pendidikan yang serba kiri, tak dapat dielakkan mayoritas orang kuat otak kirinya. Hanya segelintir orang yang kuat otak kanannya. Jadilah mereka golongan minoritas. Dan dalam aspek apapun, apabila seseorang tidak sependapat dengan kelompok mayoritas, tentulah orang itu akan dianggap gila.

Padahal, otak kanan itu penting. Bukankah karakteristik otak kiri itu kering, kaku dan serbalurus? Sebaliknya, karakteristik otak kanan itu hidup, supel dan spontan. Oleh karena sifat-sifat itulah, buku ini menyoroti 13 perbendaharaan otak kanan yang kerap diabaikan dan dilalaikan selama ini, mulai dari gurauan (humor), permainan (game), cerita (story), kiasan (metaphor), kreativitas (creativity), visual (visual), music (music), intuisi (intuition), sintesis (synthesis), empati (empathy), keramah-tamahan (hospitality), syukur (gratitude), sampai pemaknaan hidup (meaning).

Ke 13 hal itulah yang kemudian menjadi wasiat-wasiat terlarang. Dengan penjabaran yang runut dan tidak bertele-tele, Ippho Santosa mengajak pembacanya untuk menelusuri kelebihan-kelebihan otak kanan. Dengan berbagai bukti konkret yang semakin mendukung kehebatan otak kanan, buku ini tidak hanya menyajikan teori-teori luar biasa seputar otak kanan, tapi juga bagaimana cara pengaplikasiannya.

Masing-masing wasiat dibahas bab per bab. Pada setiap bab, Ippho Santosa melontarkan berbagai gurauannya dan juga banyak mengutip quotes dari para tokoh besar yang dianggap kuat otak kanannya. Tentu saja, untuk menarik minat pembaca meneruskan membaca buku yang cukup tebal ini.
Dipenuhi dengan berbagai teori-teori tentang otak kanan tidak lantas membuat buku ini menjadi bacaan yang berat. Sebaliknya, dengan gaya penulisan yang berbeda dari penulis untuk buku-buku sejenis, Ippho Santosa menyajikan tulisan dengan gaya bahasa layaknya bercerita sehingga tidak membuat pembacanya merasa bosan.

Buku ini sangat cocok dibaca oleh pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai keterkaitan antara otak kanan dan kesuksesan. Namun, ukuran buku yang besar dan tebal membuat buku ini sulit dibawa kemana-mana.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4