BOPM Wacana

Mediasi Pedagang dan Pemerintah, Departemen Sejarah Adakan Seminar

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Mutia Aisa Rahmi

Sumber Istimewa
Sumber Istimewa

BOPM WACANA | Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) adakan seminar bertajuk Eksistensi dan Kontinuitas Pasar Akik Medan yang bertujuan sebagai sarana mediasi pedagang Pasar Akik Sukaramai dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Seminar Edi Sumarno, Sabtu (13/6).

Edi menjelaskan seminar yang diadakan di Gedung Serba Guna FIB ini membahas mengenai keberadaan Pasar Akik Sukaramai yang saat ini tengah menghadapi isu relokasi. Rencananya, pedagang Pasar Akik Sukaramai akan dipindah ke Pasar Sukaramai yang baru direnovasi. “Kita hadirkan pihak-pihak yang berkaitan dengan pajak (pasar—red) Akik,” ujarnya. 

Pada seminar ini diadakan pembahasan rumusan masalah berkaitan dengan rencana relokasi Pasar Akik yang akan menghasilkan rekomendasi penyelesaian masalah. “Kita akan kasih rekomendasi, eksekusinya kita serahkan ke Pemko,” tambah Edi.

Hermansyah, salah satu pedagang di Pasar Akik sekaligus peserta seminar mengaku senang dengan diadakan seminar ini. Menurutnya, pertemuan seperti ini dapat menjadi sarana komunikasi antara pedagang dan pemerintah mengenai masalah relokasi. Tapi ia tidak setuju jika pedagang dipindah. Lokasi relokasi tidak dapat menampung seluruh pedagang Pasar Akik dan dampaknya lokasi dagang jadi terpencar.

Ia pun berharap rencana relokasi yang diharapkan oleh pedagang dapat berjalan, yakni dengan tetap mempertahankan keberadaan nama Pasar Akik. “Sayang kalau Pasar Akik sampai hilang, sudah tiga generasi yang jualan di sana,” ujarnya.

Seminar ini dihadiri oleh perwakilan Pemko Medan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Medan, pakar hukum, pakar sosial dan budaya. Peserta seminar terdiri atas pedagang Pasar Akik dan beberapa mahasiswa anggota organisasi kampus. 

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).