
WARTAWACANA – Mahasiswa Fakultas Vokasi dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) menciptakan pelindung cabai dari limbah sawit dan kulit rambutan. Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Skema Riset Eksakta (PKM-RE).
Inggrid Auralya Sandy selaku Ketua Tim pada Kamis (5/3/2026), menyampaikan bahwa inovasi ini berawal dari tingginya angka kehilangan pascapanen pada komoditas strategis seperti cabai merah akibat fluktuasi cuaca dan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, kerap memicu lonjakan harga yang drastis di pasaran.
“Menjawab tantangan ini, kami memanfaatkan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan kulit buah rambutan yang selama ini kurang bernilai ekonomis,” jelasnya.
“Kami memanfaatkan kitosan dari cangkang udang yang dikombinasikan dengan nanofiber selulosa hasil isolasi limbah TKKS sebagai bahan penguat yang tangguh. Selain itu, ekstrak kulit rambutan turut ditambahkan ke dalam formulasi karena kaya akan senyawa antioksidan dan antimikroba alami untuk menjaga kualitas produk segar,” tambah Inggrid.
Inovasi tersebut dikembangkan Tim SPICEFILM yang diketuai oleh Inggrid Auralya Sandy, Novaldo Imanuel Haloho, dan Crisya Lestari Siregar dari program studi D4 Kimia Terapan Fakultas Vokasi, serta rekan tim lainnya dari FMIPA USU yaitu Marthayuda Anwaria, dan Elfrida Yohana Sigalingging.
Inggrid juga menjelaskan bahwa dalam pengembangannya, tim melakukan serangkaian proses untuk memperoleh formulasi edible film yang optimal.
“Pengujian dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik, mekanis, hingga uji aplikasi nyata pada kondisi penyimpanan lembap menyerupai lingkungan pascabanjir selama 15 hari. Hasilnya, penggunaan edible film ini terbukti mampu menekan susut bobot cabai secara signifikan serta menghambat pertumbuhan mikroba pembusuk dan mempertahankan warna merah buah lebih lama,” ungkapnya.
Juli Novita Sari S.Si., M.Sc., sebagai Dosen pembimbing, mengatakan bahwa penelitian tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan hingga menghasilkan produk siap pakai yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
“Semoga riset ini bisa terus berkembang hingga menjadi produk aplikasi yang dapat digunakan oleh para petani maupun pelaku usaha, juga bisa membuka pintu ide inovasi baru yang ekonomis dan ramah lingkungan di bidang teknologi dan material,” katanya.
***
Tulisan ini merupakan publikasi Tim PKM-RE Spicefilm USU, yang menciptakan pelindung cabai dari limbah sawit dan kulit rambutan, didampingi oleh Dosen Pendamping Tim Juli Novita Sari, S.Si., M.Sc.,



