BOPM Wacana

Mahasiswa USU Hadirkan Inovasi Duriofoam, Cup Biodegradable dari Limbah Durian

Dark Mode | Moda Gelap
Tim Duriofoam berfoto bersama dengan produk cup biodegradable, Jumat (25/9/2026). | Sumber Istimewa
Tim Duriofoam berfoto bersama dengan produk cup biodegradable, Jumat (25/9/2026). | Sumber Istimewa

WARTAWACANA – Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menghadirkan Duriofoam, inovasi cup biodegradable pengganti styrofoam berbahan dasar limbah kulit dan biji durian sebagai bahan dasar wadah minuman. Proses pengembangan dan produksi Duriofoam dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia USU.

Pengembangan Duriofoam berawal dari perhatian tim terhadap permasalahan lingkungan, khususnya limbah durian dan penggunaan wadah sekali pakai yang sulit terurai. Dari permasalahan tersebut, tim mengembangkan limbah kulit dan biji durian menjadi bahan dasar Duriofoam Cup melalui proses pengembangan dan pengujian produk, sekaligus mengajak masyarakat untuk mulai beralih dari penggunaan wadah minuman sekali pakai yang sulit terurai.

Dosen Pendamping Tim Duriofoam, Ir. Erni Misran, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga berangkat dari persoalan lingkungan dan pemanfaatan limbah durian. “Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai,” ujarnya.

Ketua Tim Duriofoam, Nurul Hanifah Nasution, mengatakan keterlibatannya dalam tim memberikan pengalaman dalam mengembangkan ide dan mengolah limbah durian menjadi produk yang memiliki nilai guna. “Selama mengikuti kegiatan ini, saya belajar bagaimana sebuah inovasi dikembangkan, mulai dari proses produksi hingga pengenalan produk kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut kegiatan promosi dan penjualan dilakukan secara langsung melalui kegiatan bazar dan pemasaran kepada masyarakat. Selain itu, penjualan online juga dilakukan melalui media sosial dan platform penjualan. Duriofoam telah menjangkau konsumen di luar Kota Medan hingga ke Sulawesi. “Kami juga melibatkan mitra dan masyarakat untuk memberikan masukan terhadap produk, termasuk pelaku usaha minuman sebagai calon pengguna,” jelas Nurul.

Nurul berharap Duriofoam dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. “Saya berharap Duriofoam dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan,” tuturnya.

***

Tulisan ini merupakan publikasi Tim Duriofoam USU, yang menghadirkan inovasi produk cup biodegradable dari limbah kulit dan biji durian menjadi bahan dasar Duriofoam Cup, didampingi oleh Dosen Pendamping Tim Ir. Erni Misran, S.T., M.T., Ph.D.,

Komentar Facebook Anda

Advertorial

Artikel ini merupakan produk iklan yang bekerja sama dengan Mitra WartaWacana.

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus