BOPM Wacana

Kurangi Volume Sampah, FKM Akan Buat Bank Sampah

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Ika Putri Agustini Saragih

Tempat sampah di sebelah Gedung Pascasarjana, Jumat (21/11). | Yulien Lovenny Ester G
Tempat sampah di sebelah Gedung Pascasarjana, Jumat (21/11). | Yulien Lovenny Ester G

BOPM WACANA — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) berencana akan buat bank sampah. Hal ini bertujuan mengurangi volume sampah yang ada di lingkungan kampus. Juga untuk menjadikan sampah jadi barang berguna. Demikian dikatakan Siti Aisyah Rahmi, Sekretaris Divisi Wirausaha Mandiri Unit Kegiatan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Jumat (21/11).

Aisyah mengatakan rencana ini akan direalisasikan minggu depan. “Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa,” ujarnya. Bank sampah ini nantinya akan mirip bank pada umumnya. Setiap kelas akan berpartisipasi memberikannya tiap minggu sekali. Kemudian akan diberikan buku rekening sampah. “Bisa dibilang seperti nabung sampahlah,” ujar Aisyah.

Setelahnya, dikatakan Aisyah, sampah-sampah tersebut akan diolah jadi barang yang bernilai seperti tas dan kotak pensil. “Kemudian akan kita jual agar bisa mendapatkan uang untuk menjalankan program kerja yang lain,” jelasnya. Ia tambahkan bahkan mereka berencana akan kerja sama dengan Fakultas Teknik untuk mengolah benda-benda seperti pipa dan kertas. Pembukaan bank sampah ini juga akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan.

Endar Sutan Lubis, Kepala Dinkes Kota Medan mendukung penuh rencana pembukaan bank sampah yang baru pertama kali dibuat perguruan tinggi di Sumatera Utara ini. “Kami akan bantu dengan penyediaan alat-alatnya,” ujarnya dalam pembukaan Debat Kandidat Duta Lingkungan Greenerations FKM USU 2014 . Ia pun berharap kegiatan ini akan menggerakkan perguruan tinggi lain untuk juga membuat bank sampah.

Ada pun Dinkes Kota Medan akan menyediakan timbangan sampah dan mesin daur ulang.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).