BOPM Wacana

Komisi Pemilihan Umum Fakultas Kedokteran Laksanakan Pemira

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Yulien Lovenny Ester Gultom

Mahasiswa FK mengisi formulir registrasi untuk memilih cagub dan cawagub Pema FK di Tempat Pemungutan Suara ( TPS), Jumat (9/12). | Yulien Lovenny Ester Gultom
Mahasiswa FK mengisi formulir registrasi untuk memilih cagub dan cawagub Pema FK di Tempat Pemungutan Suara, Jumat (9/12). | Yulien Lovenny Ester Gultom

BOPM WACANA | Pemilihan umum raya (pemira) untuk memilih gubernur dan wakil gubernur pemerintahan mahasiswa (Pema) Fakultas Kedokteran (FK) dilakukan hari ini, Jumat (9/12) di Pendopo. Hal ini disampaikan Dary Pallysater, Koordinator Verifikasi dan Administrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) FK. Dary jelaskan pemilihan dilakukan mulai dari pukul 09.00 hingga pukul 16.30 WIB. Saat ini tercatat 1230-an daftar pemilih tetap dan diharapkan mahasiswa dapat memberikan suara mereka.

Untuk proses pemilihan Dary katakan dilakukan dengan sistem online, nantinya jika waktu pemilihan sudah berakhir, calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) terpilih dapat langsung diumumkan. Ia juga sampaikan tidak ada kendala dalam pemira, hanya waktu dibukanya Tempat Pemungutan Suara (TPS) mundur dua puluh menit karena mempersiapkan hal teknis.

Dalam pemilihan kali ini, disediakan empat laptop untuk memilih dan satu komputer server. Mula-mula mahasiswa mengisi formulir registrasi kemudian memilih di TPS. Sejauh ini, Dary melihat partisipasi mahasiswa cukup tinggi. “Pukul sebelas antrean panjang,” paparnya.

Andini Mahasiswa FK 2014 mengatakan pemira kali ini lebih meriah sebab kelihatannya banyak mahasiswa yang mau ikut. Ia contohkan saat debat cagub-cawagub dua hari lalu, mahasiswa yang hadir cukup banyak. Sistem online juga mempermudah pemilihan. “Tapi tadi ada bermasalah sama server-nya, karena yang menjaga sedang salat,” tambahnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).