Oleh: Rachel Caroline L.Toruan
Medan, wacana.org – Aksi memperingati Hari Bumi Internasional yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan mahasiswa bertemakan “Dampak Perubahan Iklim Pada Lintas Generasi” mengadakan aksi teatrikal sebagai bentuk penyuaraan realitas petani di Indonesia yang diadakan di Titik Nol Kota Medan. Hal ini dikonfirmasi oleh Ketua Pelaksana Aksi, Aji Surya Abdi, Senin (22/04).
Aji mengatakan bahwa kondisi panas terik tak menyurutkan semangat panitia aksi dalam melakukan kegiatan sebab hal ini penting untuk disadari bersama. “Teatrikal ini sebagai gambaran dari kondisi bumi kita saat ini. Petani ditindas dan dikendalikan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan khusus sehingga adanya kriminalisasi pada masyarakat,” paparnya.
Aji berharap teatrikal dapat disaksikan masyarakat luas termasuk jajaran pemerintah agar membuat regulasi yang pro terhadap lingkungan. “Regulasi pemerintah saat ini belum berpihak pada masyarakat dan lingkungan, semoga pemerintah dapat membenahinya,” harapnya.
Taufik, yang merupakan peserta aksi dari BITRA Indonesia, berpendapat bahwa adegan tangan petani diikat dan ditarik-tarik pada teatrikal mencerminkan bahwa saat ini petani sedang dipermainkan oleh petinggi melalui permainan harga, seperti pupuk yang kerap tinggi tapi hasil panen tidak menentu. “Sangat merepresentasikan kondisi petani di Indonesia saat ini,” ujarnya.