BOPM Wacana

Dalil Eskpresionisme

Dark Mode | Moda Gelap
Illustrasi | Ade lndah Hutasoit

 

Sepucuk cahaya diujung laut lepas

Perlahan meredup seiring rotasi bumi

Bukankah seharusnya kita saling menatap dan bercerita tanpa kata-kata

Layaknya pasangan pada umumnya?

Bukankah seharusnya kita berbaring di atas pasir

Membiarkan mata kita saling bicara dan melepaskan semua beban?

 

Aku malu melihat cakrawala yang tak lagi berwarna jingga

mereka tertawa menyaksikan kita berdua yang membisu tanpa narasi

Aku mematung tak bersuara ketika kau terkunci dalam pemikiran mu yang abstrak

Duniamu tak bisa kugapai

Mencintaimu bagai memeluk kaktus

semakin ku peluk semakin sakit!

 

Kau sebut mereka semua biadap tak berperasaan

Kau sebut mereka bajingan yang munafik

Kau membenci mereka yang memperkosa hak orang lain

Tapi mengapa?

Mengapa harus aku yang kau jadikan korban ?

Apa bedanya kau dengan mereka?

 

Kepulan asap merayap diatas indahnya rambut ikalmu

Bak awan yang menutupi pegunungan Himalaya

Kau sebut itu mahakarya? Kau sebut itu seni?

Dimana letak seninya sayang

Kau hanya menyakiti dirimu dengan semua hal yang kau sebut sebagai idealisme

 

Aku mendaki gunung yang dipenuhi kerikil tajam

Tanpa peralatan, tanpa perlindungan, tanpa bantuan

Kau melihatku dari puncak tertinggi

Tidakkah kau tergerak menjulurkan tangan mu?

Aku dibawah setengah mati untuk menggapaimu

 

Kau ibarat bayangan yang semakin ku kejar semakin menghilang

Kau duduk menyakiti dirimu dengan dalil ekspresionisme

Kau tenggelam dalam kepulan asap cerutu

Yang kau sebut sebagai bagian dari hidupmu

Kau duduk menyendiri layaknya seekor landak yang tidak memiliki teman

Dan kau sebut itu bagian dari ekspresionisme?

Apa kau gila?

 

Kita hidup ditengah realita sayang

Aku tidak mampu bersaing dengan pemikiran mu

Dan tak akan pernah mungkin kita bisa bersanding

Sungguh. Aku mencintaimu yang tetap pada pendirian

Tapi aku disini sedari dulu

Menolehlah sejenak sayang

Aku menunggumu memanggil ku ke sampingmu

Dan kita akan melukis senja di penghujung hari

Komentar Facebook Anda

Ade Indah Hutasoit

Penulis adalah Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Stambuk 2021. Saat ini Ade menjabat sebagai Reporter Badan Otonom Pers Mahasiswa Wacana.