BOPM Wacana

Buru-buru Reshuffle Pengurus, Menkarinov Pema USU: Presma USU Arogan

Dark Mode | Moda Gelap
Sekretariat Pemerintahan Mahasiswa USU di Jalan Universitas, Selasa (8/6). | Sondang William Gabriel Manalu

 

Oleh: Randa Hasnan Habib Pasaribu

USU, wacana.org – Menteri Karya dan Inovasi Mahasiswa (Menkarinov) Pemerintahan Mahasiswa (Pema) Reka Cipta Universitas Sumatera Utara (USU) angkat bicara mengenai reshuffle pengurus yang dilakukan oleh presma USU. Menurutnya, reshuffle ini sangat sangat tidak profesional dan arogan. Hal ini disampaikan oleh Jhon Sibarani Menkarinov Pema USU, Minggu (17/10).

Pada tanggal 21 Agustus 2021, terdapat pesan via pesan grup WhatsApp dari kepala staf presiden Pema USU yang mengatakan bahwa akan dilakukan reshuffle kepengurusan. Pada tanggal 13 Oktober 2021, tepatnya hari Rabu pada pukul 17.32 WIB dikeluarkan SK Reshuffle Kepengurusan Pemerintahan Mahasiswa Periode 2021-2022 oleh presma USU. Dalam SK tersebut terdapat 63 orang yang dikeluarkan dari pengurus dengan dalil reshuffle dan secara bersamaan dikeluarkan dari grup Pema USU.

“Dari 63 itu termasuk di dalamnya sekjen, menteri, wakil dan sekretaris menteri, menteri koordinator, dan staf,” ujarnya.



Pasalnya, reshuffle yang terjadi merugikan pihak Kementerian Karya dan Inovasi Mahasiswa dan mungkin berbagai pihak yang ada di Pema USU. Yang terjadi hanya pencopotan jabatan tanpa ada pengganti, ini bisa berdampak pada produktivitas kementerian atau bahkan Pema USU secara menyeluruh. Reshuffle itu juga dilakukan tanpa ada tolok ukur yang jelas mengingat bagian yang diganti merupakan bagian yang progresif dan militan.

Jhon juga menyoroti sekretaris menteri dan stafnya yang turut di-reshuffleEmpat orang staff dan satu sekretaris menteri di-reshuffle tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu kepada kementerian. “Dan disisi lain saya tidak merekomendasikan siapapun untuk di-reshuffle,” tuturnya.

Menteri Kebijakan Nasional Pema USU Annisa Maharani yang juga merupakan korban reshuffle sepihak yang dilakukan oleh presma USU mengatakan dirinya merasa tercurangi. Annisa merasa dirinya hanya dianggap sebagai pekerja oleh Pema USU. Ia dari awal diamanahkan dan dilantik secara baik-baik namun secara tiba-tiba di-reshuffle secara sepihak. “Aku kaget dan merasa tercurangi,” sesalnya.

Annisa merasa presma USU sudah seperti Firli Bahuri yg memecat atau “menertibkan” pengurus tanpa kejelasan. “Bahkan mungkin lebih tidak beretika daripada Firli karena tidak ada indikator yang jelas entah itu sejenis fit and proper test dan tidak ada komunikasi apapun,” tegasnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).