BOPM Wacana

BLSM, Pro Kontra Produk Lama

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Riska Aulia Sibuea

Harga bahan bakar minyak (BBM) sudah naik, pasca disetujuinyaAnggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013 yang di dalam butirnya juga ada aturan mengenai dana kompensasi BBM. Anggaran yang disiapkan adalah 9,3 Triliun. Lalu dinamailah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). BLSM bukanlah produk baru, bantuan langsung tunai (BLT) nama lamanya. Setiap keluarga dari masyarakat tidak mampu akan diberi Rp 150.000 per bulan selama empat bulan dengan tujuan untuk mengurangi beban masyarakat. Lalu bagaimana mahasiswa menanggapinya?

Robby Arianta Sembiring – Fakultas Teknik 2008

Robby Arianta SembiringBLSM bercermin dengan BLT, tetapi BLT yang dimaksud saja tidak jelas laporannya. Takutnya, BLSM ini akan sama saja dengan BLT, tidak ada progres dan tidak tepat sasaran. Nominalnya pun tidak cukup untuk mengurangi beban masyarakat yang akan menghadapi lonjakan harga bahan pokok pasca kenaikan BBM. BLSM itu pembodohan pada masyarakat, bukan solusi malah indikasi politik menjelang pemilu 2014 ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

Christin Hutabarat – Fakultas Kesehatan Masyarakat 2011

Christin HutabaratBLSM bukan solusi yang baik. Karena terkesan untuk menenangkan rakyat biar tidak ribut danenggeh- enggeh saja dengan kebijakan pemerintah. Untuk saat ini BLSM memang perlu untuk masyarakat miskin. Tapi seperti BLT, pada kenyataannya kategori penerima BLSM juga belum jelas. Kategori masyarakat miskin mana yang dimaksud? Ini jadi sering tidak tepat sasaran. Pemerintah harus mengawasi data, survei dan pelaksanaan teknis BLSM, karena kenyataannya terlalu banyak tipu-tipu di negara ini.

 

 

 

 

 

Muhammad Yudi Iswara – Fakultas Keperawatan 2012

Muhammad Yudi IswaraSekarang ini BLSM memang diperlukan untuk kalangan masyarakat yang tidak mampu pasti berarti. Namun, dengan nominal BLSM yang hanya Rp. 150.000 pun tidak yakin semua sampai ke tangan masyarakat yang tidak mampu. Walau tidak banyak, BLSM ini tetap dibutuhkan untuk mengurangi beban masyarakat terhadap lonjakan harga bahan pokok sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

Anita Syafitri – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2011

Anita SyafitriBLSM adalah bantuan yang tidak seutuhnya membantu. Harusnya alokasi dana untuk BLSM bisa dialihkan menjadi pelatihan pendidikan keahlian untuk masyarakat, agar ketika masyarakat tidak mampu lagi secara finansial dapat memanfaatkan keahlian. BLSM ini bukan solusi untuk mengurangi beban masyarakat apalagi dengan membagikan uang, itu malah pembodohan. Karena setelah uang yang diberikan habis, lalu bagaimana?

 

 

 

 

 

 

Walidah M Hasyimi – Fakultas Farmasi 2011

Walidah M HasyimiBLSM memang membantu, tapi hanya untuk empat bulan saja, itupun belum tentu tepat sasaran. Kalau dalam pengobatan BLSM ini seperti balsem yang akan mengobati efek lokal saja, tidak mengobati keseluruhan dan hanya sementara. Seharusnya BLSM ini tidak dalam bentuk uang, tetapi dalam bentuk lain, misalnya dengan membuka lapangan pekerjaan baru. Lalu dengan nominal BLSM pun seharusnya disesuaikan dengan banyaknya tanggungan keluarga yang tidak mampu.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4