BOPM Wacana

Realisasi Pengadaan Kantin Sehat di Lingkup Kampus

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Imelda Sari Manalu

Universitas Sumatera Utara (USU) mulai menerapkan kebijakan healthy canteen sebagai bagian dari program Kampus Sehat sejak 2022. Hal ini tertulis dalam Surat Edaran Rektor Nomor 15129/UN5.1.R/KPM/2022 tentang Penyelenggaraan Kantin Sehat dan Kudapan (Snack) Rapat Sehat di Lingkungan Universitas Sumatera Utara.

Melalui kebijakan ini, kantin yang berada di lingkungan USU diharapkan dapat memenuhi sejumlah kriteria kesehatan, seperti menjaga kebersihan, menyediakan makanan yang lebih sehat, serta membatasi makanan cepat saji dan makanan dengan kadar gula atau garam berlebih.

Dalam penerapannya, beberapa kantin di lingkungan kampus mengalami penataan ulang hingga penutupan. Hal ini kemudian menuai beragam tanggapan dari mahasiswa. Sebagian menilai kebijakan ini memberikan dampak positif terhadap kebersihan dan kenyamanan kantin di kampus, sementara sebagian lainnya menyoroti implementasinya yang dinilai belum merata dan masih menyulitkan akses makanan bagi mahasiswa di beberapa fakultas.

BOPM Wacana telah mewawancarai sejumlah mahasiswa USU untuk mendapatkan pandangan mereka mengenai realisasi program kantin sehat di lingkungan kampus.

Risa Azzahra (Ilmu Kesehatan Masyarakat 2023)

Risa Azzahra Nasution | Sumber Pribadi
Risa Azzahra Nasution | Sumber Pribadi

Menurut saya selaku mahasiswa bidang kesehatan masyarakat, penerapan kantin sehat ini sebenarnya sangat bagus karena bisa meningkatkan derajat kesehatan melalui makanan yang bergizi dan higienis. Sejauh ini penerapannya memang masih perlu ditingkatkan lagi, tetapi saya sudah melihat beberapa perubahan seperti adanya beberapa kantin di USU yang sudah bertaraf internasional. Harapannya pelaksanaan kantin sehat ini bisa berjalan lebih optimal dan manfaatnya bisa dirasakan seluruh civitas akademika.

Teofilus Alexander Banjarnahor (Sastra Inggris 2023)

Teofilus Alexander Banjarnahor | Sumber Pribadi

Sebenarnya, pengadaan healthy canteen ini  masih kurang jelas keseriusannya. Saya pribadi juga baru mengetahui adanya program ini karena belum ada penjelasan mengenai apakah setiap fakultas nantinya akan memiliki kantin masing-masing atau tidak. Di fakultas kami sendiri yang awalnya punya dua kantin, sekarang malah keduanya tutup. Menurutku, kalau memang ada program kantin sehat ini, yang harus diperbaiki itu dari menu-menunya, kebersihan, dan kualitas makanannya, sesuai dengan yang tertera di surat edaran.

Nur Fauziah Amanda Simamora (Psikologi 2025)

Nur Fauziah Amanda Simamora | Sumber Pribadi
Nur Fauziah Amanda Simamora | Sumber Pribadi

Realisasi program healthy canteen di kampus itu sebenarnya punya tujuan yang bagus untuk menciptakan lingkungan makan yang lebih sehat, bersih, dan tertata. Namun, pelaksanaannya sejauh ini belum maksimal. Penutupan kantin tanpa pengganti membuat pilihan makanan mahasiswa jadi terbatas, ditambah masih ada beberapa bangunan kantin yang terbengkali di sejumlah fakultas. Selain itu, menurut saya juga perlu adanya sosialisasi mengenai program healty canteen ini.

Sahap Leing Sitompul (Farmasi 2023)

Sahap Leing Sitompul | Sumber Pribadi
Sahap Leing Sitompul | Sumber Pribadi

Menurutku, penutupan kantin untuk pengadaan healthy canteen ini sedikit merugikan karena membuat mahasiswa jadi kesulitan membeli makanan atau minuman di area kampus. Kalau di Farmasi sendiri, efeknya cukup terasa karena kegiatan mahasiswanya padat, jadi agak susah kalau harus memesan makanan dari luar karena memakan waktu. Harapanku semoga kantin di beberapa fakultas yang direncanakan seperti ini bisa cepat diadakan, atau minimal dibuka kembali secara resmi seperti biasanya.

Jovita Irene Lubis (Ilmu Komunikasi 2024)

Jovita Irene Lubis | Sumber Pribadi
Jovita Irene Lubis | Sumber Pribadi

Kalau menurut saya, kebijakan kantin sehat ini sebenarnya baik dan relevan karena kampus seharusnya menyediakan lingkungan yang mendukung kesehatan mahasiswa. Namun sejauh ini, di FISIP sendiri program tersebut masih belum terealisasi secara optimal. Harapannya, program kantin sehat ini bisa direalisasikan secara maksimal supaya lingkungan kampus jadi lebih bersih, nyaman, dan mendukung pola hidup sehat mahasiswa.

Pascalliono Ganinta Purba (Pendidikan Dokter 2023)

Pascalliono Ganinta Purba | Sumber Pribadi
Pascalliono Ganinta Purba | Sumber Pribadi

Konsep healthy canteen sudah tepat dari sisi promotif dan preventif karena dapat mendukung pola makan sehat mahasiswa melalui makanan yang higienis dan bergizi. Namun, realisasinya sejauh ini masih belum optimal. Di beberapa fakultas, implementasinya lebih berfokus pada penataan atau penutupan kantin, padahal esensi kantin sehat juga mencakup keamanan pangan, kualitas gizi, keterjangkauan, dan keberlanjutan akses makanan bagi mahasiswa.

Putri Maharani Diah Pitaloka Silitonga (Manajemen Bisnis Pariwisata 2024)

Putri Maharani Diah Pitaloka Silitonga | Sumber Pribadi
Putri Maharani Diah Pitaloka Silitonga | Sumber Pribadi

Menurut saya, program ini merupakan langkah yang baik karena mendukung pola hidup sehat mahasiswa. Jadi mahasiswa bisa mendapatkan akses makanan yang sehat dan praktis di dalam kampus. Namun menurut saya implementasinya juga jangan setengah-setengah, ke depannya perlu komitmen yang lebih serius dari pihak kampus supaya implementasinya merata dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh semua mahasiswa, bukan hanya sebagian saja.

Chris Vinisius (Hukum 2024)

Chris Vinisius | Sumber Pribadi
Chris Vinisius | Sumber Pribadi

Jujur menurut saya, program kantin sehat dengan syarat dan kriterianya itu bagus untuk mendukung aktivitas mahasiswa di masing-masing fakultas. Karena, ketiadaan kantin kadang membuat mahasiswa bingung mencari makan siang ketika jadwal kuliah mepet. Beberapa mahasiswa akhirnya memilih melewatkan makan siang, bahkan bolos kelas karena tidak bisa menahan lapar. Jadi, penataan ulang kantin ini bisa jadi langkah konkret yang baik dari pihak universitas, mungkin tinggal disesuaikan juga dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa

 

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus