BOPM Wacana

Beasiswa PPA, BKK Perketat Syarat Proposal Karya Ilmiah

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Lazuardi Pratama

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian (BKK) Hindun Pasaribu, Kamis (2/4) di ruang BKK. Hindun terangkan pendaftaran mawapres diperpanjang hingga| Tantry Ika Adriati
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian (BKK) Hindun Pasaribu, Kamis (2/4) di ruang BKK. Tahun ini 1100 mahasiswa mendapat beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik.| Tantry Ika Adriati

BOPM WACANA | Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian (BKK) Hindun Pasaribu mengatakan pihaknya akan memperketat syarat proposal karya ilmiah sebagai salah satu syarat menerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA). Sebab, tahun lalu banyak mahasiswa penerima beasiswa PPA tidak mengirimkan proposal karya ilmiahnya. Dari 900-an mahasiswa yang diwajibkan membuat proposal karya ilmiah, hanya sekitar 780 mahasiswa yang mengikuti. “Jadi pasti ada yang berkurang (calon penerima beasiswa PPA dari fakultas),” ujar Hindun, Rabu (22/4).

Hindun bilang, tahun ini BKK akan memperketat pemeriksaan proposal untuk meminimalisir adanya proposal asal jadi. Caranya, setelah menyerahkan berkas, mahasiswa calon penerima beasiswa PPA diwajibkan membuat proposal karya ilmiah, proposal yang masuk selanjutnya diperiksa kembali. Sebab, tahun lalu, mahasiswa penerima beasiswa terlanjur mendapatkan beasiswa PPA walau tidak membuat proposal. “Sudah terlanjur diproses di fakultas,” tandasnya.

Zakiyah Rizki Sihombing, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2012 bersimpati terhadap peserta lainnya. Menurutnya rencana tersebut bakal mengagetkan peserta lain karena banyak peserta yang berpikir seleksi tahun lalu mudah. “Jadi kali ini enggak terlalu serius mengerjakannya,” ujarnya.

Dalam rangka itu, Hindun mengatakan akan tetap menggelar pelatihan penulisan karya ilmiah untuk mahasiswa calon penerima beasiswa PPA seperti tahun lalu. Untuk diketahui, tahun 2014 BKK menggelar lima kali pelatihan dengan masing-masing dua ratus mahasiswa di tiap pelatihan. “Sudah dibuat pelatihan, yang hadir hanya 60 persen (dari 900-an mahasiswa penerima beasiswa PPA—red),” katanya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).