BOPM Wacana

Aksi SYFM Sebabkan Macet, Pengguna Jalan Tak Permasalahkan

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Amanda Hidayat

Suasana kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan Dr T Mansoer dan Pintu 1, Kamis (16/10). | Amanda Hidayat
Suasana kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan Dr T Mansoer dan Pintu 1, Kamis (16/10). | Amanda Hidayat

BOPM WACANA | Aksi sosialisasi dan kampanye Cinta Pangan Lokal Tolak Pangan Impor, Kamis (16/10) oleh Sumatera Youth Food Movement (SYFM) sebabkan macet. Namun tak dipermasalahkan pengguna jalan.

Novertus, mahasiswa Fakultas Pertanian 2009 yang juga pengguna jalan saat aksi berlangsung  tidak merasa terganggu dengan aksi ini. “Kalau tujuannya baik untuk kita semua, bagus-bagus aja,” ujarnya.

Sama dengan Novertus, Pikal,tukang becak di tempat aksi mengatakan tak masalah dengan macet di Jalan Dr. T. Mansur yang bertambah akibat aksi ini. Menurutnya aksi seperti ini tepat dilakukan ditempat yang banyak orang. “Sebab disini banyak orang yang mendengar,”  katanya. Selain itu, menurutnya, aksi ini juga memperjuangkan produk bangsa yang mulai hilang karena kalah bersaing dengan produk impor.

Ketua Aksi Ricki Santoso menyebutkan mereka telah pertimbangkan aksi di Pintu 1. Pertimbangannya,  masyarakat dan mahasiswa banyak lalu lalang di tempat tersebut. “Orasi kami bisa didengar disini,” ucapnya.

Aksi mereka sudah dapat izin Polisi Sektor Medan Baru, sehari sebelum aksi. “Tidak ada halangan juga selama aksi dari pengguna jalan,” ucap Ricki.

Kemacetan tersebut berlangsung sejak aksi ini dimulai pukul 14.00 WIB hingga aksi selesai pukul 16.15 WIB. Macet tersebut terjadi sepanjang Jalan Dr T. Mansoer dan Pintu 1, tempat aksi, sebagai sumber kemacetannya.

SYFM terdiri dari mahasiswa, dosen, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan komunitas pemuda tani. Aksi ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober kemarin.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).