BOPM Wacana

Aksi Mahasiswa Perlu Koordinasi dan Tupoksi

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Nurhanifah

 | Dewi Annisa Putri
Jeffri Wanda, Gubernur FISIP sedang berorasi dalam aksi damai Save USU di depan gedung Biro Rektor, Sabtu (23/5). Mahasiswa yang ikut aksi mengenakan jaket almamater dan pita hitam sebagai bukti mahasiswa USU. | Dewi Annisa Putri

BOPM WACANAAksi mahasiswa memerlukan koordinasi yang matang serta penyampaian tugas, pokok, dan fungsi (tupoksi)  yang tepat. Sebab kedua hal ini memengaruhi hasil yang akan dicapai, yaitu tepat sasaran atau tidak. Hal ini disampaikam Jeffri  Wanda, Gubernur Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. “Kita lakukan aksi dari mahasiswa untuk mahasiswa, jadi dikoordinasikan agar sesuai tupoksi dan tidak mencoreng nama baik mahasiswa USU,” ujarya, Sabtu (23/5).

Jeffri terangkan koordinasi yang dimaksud yaitu koordinator lapangan aksi mengetahui siapa saja peserta aksi yang terlibat. Sehingga aksi berlangsung secara damai tanpa menimbulkan kericuhan. Jika terjadi hal yang tidak  diinginkan dapat dipertanggungjawabkan bersama. “Kita tahu siapa yang ikut, jadi jelas siapa yang menanggungjawabi,” terangnya.

Jeffri tambahkan, tupoksi yang ia maksud berkaitan dengan tuntutan mahasiswa Sabtu lalu mengenai akreditasi USU, meningkatkan kinerja pejabat rektor, dan menuntut ketua Majelis Wali Amanat (MWA) agar segera menyelesaikan permasalahan USU. Pun, akhirnya jika sasaran tersebut tercapai baik mahasiswa dan rektorat dapat melaksanakan fungsinya dengan tepat.

Mahasiswa Fakultas Pertanian 2011 Jamson H T, salah satu anggota aksi sepakat dengan Jeffri. “Mahasiswa seharusnya tidak sekadar aksi, tapi juga untuk mencapai tujuannya,” tutupnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).