Oleh: Fredick BE Ginting
BOPM WACANA – Koalisi Keadilan dan Pengungkapan Kebenaran (KKPK) meluncurkan buku berjudul Menemukan Kembali Indonesia bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia di Aula Fakultas Farmasi, Rabu (10/12). Nancy Sumarno dari KKPK mengatakan buku ini merupakan laporan hasil riset KKPK yang berlangsung selama dua tahun. “Merupakan usaha masyarakat sipil dalam merampungkan analisa atas 40 tahun kekerasan oleh negara, mulai 1965 sampai 2005,” ujar Nancy.
Dalam laporan tersebut, KKPK menemukan bahwa pola kekerasan yang terjadi terdiri dari pembasmian, kekerasan dalam perampasan sumber daya alam, penyeragaman dan pengendalian, kekerasan antar warga, kekerasan terhadap perempuan, dan adanya kebuntuan hukum. “Kami ingin bahwa suara yang selama ini dibungkam, didengar. Untuk mencegah terulang kejadian yang sama di masa depan,” lanjut Nancy.
Nancy juga menyebut KKPK dibantu oleh sekitar 47 organisasi masyarakat sipil termasuk majelis warga di berbagai daerah dalam menemukan kasus-kasus kekerasan yang terjadi.
Koordinator Presidium IKOHI Sumatera Utara Chairuman mengatakan bangsa Indonesia harus tahu masa lalu kelam pernah terjadi di Indonesia. “Saya bagian dari masa lalu itu, dipenjara Soeharto selama sepuluh tahun,” katanya. Menurutnya bangsa Indonesia harus belajar dari pengalaman tersebut untuk masa depan Indonesia yang lebih cerah.