BOPM Wacana

WALHI Sumut dan FISIP USU Gelar MoA serta Workshop Advokasi Berbasis Data PAR

Dark Mode | Moda Gelap
WALHI Sumut dan FISIP USU Gelar MoA serta Workshop Advokasi Berbasis Data PAR
WALHI Sumut dan FISIP USU Gelar MoA serta Workshop Advokasi Berbasis Data PAR

Oleh: Jennifer Smith L. Tobing

USU, wacana.org – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Utara (Sumut) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar kegiatan “Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Workshop Pengembangan Kapasitas Masyarakat Sipil dalam Advokasi Berbasis Data melalui Participatory Action Research (PAR)” di Aula Teater FISIP USU. Kegiatan ini berlangsung pada 17-18 September 2026.

Staf Advokasi dan Kampanye WALHI Sumut, Reza Anggi Riziqo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun jejaring dengan perguruan tinggi agar gerakan masyarakat sipil semakin berbasis data dalam setiap kerja-kerja advokasinya.

“Dengan sudah bekerja sama dengan FISIP, kita bisa lebih leluasa nantinya menggunakan basis data itu dalam advokasi kita,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa peserta dari berbagai lapisan diundang agar bisa sama-sama belajar mengenai riset aksi partisipatif yang kini krusial dipahami masyarakat sipil guna mengumpulkan data penguat.

“Tujuan akhir dari advokasi adalah mengubah kebijakan, sehingga kita tentu harus punya data penguat atau data pembanding yang benar-benar dapat diuji kebenarannya,” jelas Reza.

Reza menambahkan, data yang kuat sangat dibutuhkan untuk meyakinkan para pemangku kepentingan agar mau mengubah kebijakan menjadi lebih baik sesuai dengan hasil asesmen dan usulan yang telah mereka rancang.

“Dari pertemuan ini, kita harapkan ada enam kelompok PKL Antropologi Sosial, masing-masing tiga dari wilayah dampingan WALHI Sumut dan Yayasan Srikandi Lestari yang akan difasilitasi untuk melakukan riset kolaboratif, agar hasilnya nanti bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk advokasi kebijakan,” harap Reza.

Salah satu peserta, Reggina Sipayung, menyampaikan antusiasnya dalam kegiatan ini. “Kegiatan diskusi ini membuka mata kita bahwa kerja-kerja perubahan kebijakan tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus berbasis riset aksi partisipatif yang akurat. Semoga hasil riset yang nantinya dikerjakan oleh teman-teman mahasiswa benar-benar bisa menjadi amunisi yang berdampak nyata untuk memperkuat advokasi kebijakan di lapangan,” tuturnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4

AYO DUKUNG BOPM WACANA!

 

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan media yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa USU.
Mari dukung independensi Pers Mahasiswa dengan berdonasi melalui cara pindai/tekan kode QR di atas!

*Mulai dengan minimal Rp10 ribu, Kamu telah berkontribusi pada gerakan kemandirian Pers Mahasiswa.

*Sekilas tentang BOPM Wacana dapat Kamu lihat pada laman "Tentang Kami" di situs ini.

*Seluruh donasi akan dimanfaatkan guna menunjang kerja-kerja jurnalisme publik BOPM Wacana.

#PersMahasiswaBukanHumasKampus