
Oleh: Putri Salwa Assyifa
USU, wacana.org – Dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Miftahussakdan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) angkatan 2023 dan Rani Febrina Br. Surbakti dari Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), angkatan 2025, terpilih sebagai Duta Bahasa Sumatera Utara (Sumut) Terbaik I Tahun 2026. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara di Gedung Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL) Medan, Sabtu (4/7/2026).
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 13 Maret hingga 4 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta, dilanjutkan dengan seleksi administrasi, Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI), simulasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), dan seleksi akhir. Selanjutnya, para finalis mengikuti Taklimat I, Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI), pembinaan, pelaksanaan Krida Kebahasaan, karantina pada 2–3 Juli 2026, hingga Final Raya pada 4 Juli 2026.
Salah satu Duta Bahasa Sumut, Miftahussakdan, pada Senin (6/7/2026), mengungkapkan bahwa dorongan utama mengikuti ajang ini adalah kecintaannya terhadap bahasa dan sastra.
“Mengikuti ajang ini adalah salah satu mimpi saya sejak memasuki perkuliahan. Kecintaan terhadap bahasa dan sastra serta keinginan untuk berkontribusi menjadi motivasi besar bagi saya. Tentunya, proses yang dilalui sangat panjang, melewati berbagai tahapan seleksi hingga sampai pada Final Raya,” ujarnya.
Ia mengaku tantangan terbesar yang dihadapi adalah membagi waktu antara proses seleksi dan perkuliahan yang bertepatan dengan jadwal ujian.
“Proses seleksi dimulai dari Maret hingga Juli, bertepatan dengan jadwal perkuliahan dan ujian. Saya berusaha menyusun jadwal dengan sebaik mungkin. Dukungan penuh dari fakultas melalui keringanan izin dan penyesuaian jadwal perkuliahan maupun ujian sangat membantu perjalanan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Rani menambahkan bahwa selama mengikuti rangkaian seleksi, mereka dipasangkan oleh panitia dan membentuk pasangan bernama RASA (Rani Sakdan). Keduanya mengembangkan program Krida Kebahasaan “Detektif Bahasa”.
“Saya dipasangkan dengan Miftahussakdan pada Taklimat I. Kami membangun komunikasi, menyatukan gagasan, dan saling melengkapi dalam setiap tahapan seleksi. Melalui pasangan RASA, kami juga mengembangkan program Krida Kebahasaan ‘Detektif Bahasa’ sebagai media edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” ujar Rani.
Setelah dinobatkan sebagai Duta Bahasa Sumut Terbaik I Tahun 2026, Rani berkomitmen untuk terus mengembangkan program “Detektif Bahasa” agar dapat menjangkau lebih banyak pelajar, mahasiswa, dan komunitas.
“Bagi saya, pencapaian ini bukan sekadar gelar, melainkan amanah untuk terus belajar, berkontribusi, dan membawa manfaat melalui bidang kebahasaan. Saya berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peran dan menjadikan bahasa sebagai sarana untuk memberi dampak bagi masyarakat,” tutup Rani.
Mengapresiasi hal tersebut, Yusnita Adwiah Hasibuan, mahasiswa Kesehatan Masyarakat angkatan 2023, mengaku takjub atas prestasi yang diraih keduanya.
“Sangat inspiratif. Pasti bukan hal yang mudah untuk mencapainya. Mungkin banyak usaha yang mereka lalui hingga mendapatkan hasil seperti sekarang,” ungkapnya.



