Oleh Hadissa Primanda
BOPM WACANA – Dewasa ini, ada banyak alasan orang tidak suka membaca, seperti sibuk, tidak punya waktu, tidak tertarik, prioritas, tidak suka, dan menghabiskan banyak uang. Padahal sesungguhnya membaca itu hanya butuh niat. Hal ini disampaikan penulis buku Tere Liye dalam seminar Refleksi Budaya Literasi Menuju Sumatera Berkarya di Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed), Minggu (12/5).
Ia mengatakan, ada banyak orang yang menghabiskan ratusan ribu untuk pulsa, makan di kedai fastfood, bahkan menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli gadget, ketimbang membeli buku. Kalau seseorang memang punya niat membaca, tanpa harus membeli ia bisa meminjam, ke perpustakaan, atau memanfaatkan gadget yang mereka punya.
Lebih lanjut Tere Liye menjelaskan ada banyak alasan mengapa seseorang harus membaca. Pertama, membaca adalah kebiasaan orang-orang yang taat beragama. “Tidak ada seorang ulama atau pendeta pun yang tidak membaca,” paparnya.
Kedua, orang yang membaca tidak akan pernah menyesal dengan apa yang dibacanya. Jika bacaan tersebut tidak bermanfaat sekarang, ia akan berguna di masa depan.
Terakhir, dengan membaca salah paham dan buruk sangka tidak akan terjadi, karena setiap orang punya landasan terlebih dahulu untuk menanggapi suatu permasalahan. “Lebih baik seseorang banyak membaca dibanding banyak bicara,” katanya.
Ichwan Azhari, Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (Pussis) yang menjadi pembicara lain dalam acara tersebut menambahkan, membaca akan membentuk kontemplasi atau kemampuan berpikir bagi seseorang. Hal ini juga akan berdampak pada kemampuan menulis hingga tulisan yang dihasilkan pun tidak asal-asalan. “Membaca akan buat orang berpikir lebih rasional,” ujarnya.