BOPM Wacana

Yunita Elisabeth, Si Introvert yang Menginspirasi Lewat Fashion

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Dewi Annisa Putri

“Fashion itu ekspresi diri. Apalagi karena saya ini orangnya introvert, jadi cara saya mengenalkan diri ke orang lain adalah dengan fashion.” Yunita Elisabeth

Foto : Dokumentasi Pribadi

 Akhir-akhir ini, mewarnai rambut semakin menjadi tren di kalangan remaja. Salah satu remaja Medan yang gemar mengecat rambutnya adalah Yunita Elisabeth (27 tahun). Saat ini, Yunita mewarnai rambutnya yang panjang dan lebat dengan warna abu-abu. Kebiasaan mengganti warna rambut ini pun telah lama dilakukannya.

“Tergantung mood sih kapan gantinya, pokoknya beberapa bulan sekali aku cat lagi. Kalau milih warnanya sesuai mood aku sih,” ceritanya.

Gadis kelahiran Malang, 18 Juni 1991 ini  merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU yang lulus pada 2012. Di Medan, nama Yunita cukup dikenal sebagai seorang fashion blogger. Ia telah menggarap blognya, pinktearydream.blogspot.co.id, sejak tahun 2011.

Saat itu, Yunita baru saja lulus sekolah menengah atas (SMA). Karena kesukaannya pada fashion, ia pun mencoba membuat blog

sebagai tempat mengunggah koleksi fotonya dengan beragam outfit andalannya. Meski sempat vakum saat mengerjakan skripsi, hingga kini Yunita masih aktif mengelola blognya.

Awalnya, Yunita mengaku cuma iseng saja mengelola blog karena biasanya sudah sering pos fotonya di Instagram dan mendapat lumayan banyak like. Kini, ia tak menyangka ternyata dengan mengunduh foto-fotonya di media sosial dan blog, ternyata ia juga dapat menginspirasi orang lain lewat fashion.

Selain menjadi fashion blogger, Yunita aktif mengikuti beragam perlombaan terkait fashion. Ia pernah masuk ke dalam sepuluh besar finalis Fimela goes to New York pada tahun 2011 dan juara favorite blogger pada Matahari Fashion Awards 2013.

Selain itu, anak ke-2 dari 3 bersaudara dari kedua orangtuanya ini juga pernah menjadi juara lomba fashion #jeLAZgayague dari Lazada pada 2016. Berkat ini, Yunita mendapatkan hadiah tour gratis ke Korea Selatan bersama dua pemenang lainnya. “Ini yang paling berkesan, waktu itu kami liburan di Korea Selatan selama seminggu,” kenang Yunita.

Kecintaannya terhadap fashion berawal sejak duduk di bangku SMA, saat ia mulai berlangganan majalah fashion. Terinspirasi dari majalah langganannya, ia pun mulai membeli outfit yang sedang tren dan mulai belajar memadupadankannya.

Sejak saat itu, Yunita merasa telah menemukan cara untuk mengekspresikan dirinya. “Karena sebenarnya aku ini orangnya pemalu banget, introvert. Tapi sekarang rasanya aku bisa kenalin diriku ke orang lain. Ya.. lewat penampilanku,” ujarnya. Selain blog, Yunita juga aktif mengunggah foto outfitnya di media sosial seperti instagram dan youtube.

Fashion is Passion

Menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Yunita mengaku awalnya sedikit tertekan. Kesukaannya terhadap fashion sejak SMA membuatnya lebih tertarik mendalami dunia lifestyle. “Tapi kan orang tua pastinya berharap karier anaknya sesuai dengan jurusan,” ujarnya.

Foto : Dokumentasi Pribadi

Berhasil menyelesaikan studinya dan menjadi sarjana ekonomi, Yunita sempat mencoba mengikuti jalurnya. Ia membuka usaha kuliner. Usahanya ini sempat berlangsung selama beberapa bulan, bahkan hampir satu tahun. Selama itu, Yunita hanya fokus mengurusi usahanya. Namun, ternyata usahanya tak berlangsung lancar. “Dan aku juga ngerasa bukan di situ passion-ku,” ujar Yunita.

Akhirnya, Yunita pun memutuskan kembali ke dunia fashion. Ia melanjutkan menulis dan mengunggah foto koleksi outfitnya di blog. Selain itu, ia juga menjadi sering menjadi pembicara dalam berbagai event mengenai fashion di Medan.

Keahliannya dalam fotografi dan mengedit video juga membuat Yunita sering mendapatkan pekerjaan. Seperti menggarap iklan parfum, telepon seluler, produk makanan, prewedding, foto produk online shop hingga video komunitas mobil.

Kini, Yunita dikontrak untuk bekerja di perusahaan Snap.id sebagai fotografer dan sebagai editor video di Sheerss, salah satu perusahaan kreatif di Medan.

Ke depannya, pengagum Diana Rikasari ini ingin terus mendalami dunia fashion. Ia juga ingin menggunakan ilmu yang telah dipelajarinya di kampus, yaitu dengan membuka usaha clothing line. Selain itu, ia juga ingin memproduksi film bersama William Iskandar Djahamata, pacarnya.

William mengatakan, sehari-hari Yunita memang selalu memperhatikan penampilannya. “Harus dress up ke mana-mana. Bahkan jualan wafel pinggir jalan sekali pun, dia dress up. Udah habit sih,” cerita William. Menurut William, akun-akun yang dikelola Yunita pun kini semakin berkembang dari segi kualitas. Ini terlihat dari seringnya Yunita mendapat tawaran endorsement.

Kini, Yunita mulai fokus mengunggah style fashion-nya di youtube dan instagram karena faktor kesibukan, dan jauh lebih mudah meng-upload foto beserta keterangan fotonya. Soal dirinya yang gilanya fashion, Yunita mengakuinya. “Walaupun cuma mau makan di kaki lima, siapa tahu di jalan ketemu tempat bagus untuk hunting foto, lumayan kan?” tutupnya.

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4