BOPM Wacana

Sudah Saatnya Masyarakat Tanam Buah Sendiri

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Ferdiansyah

Panitia Seminar Nasional Tabulampot: Si Kecil Berbuah Besar Alternatif Pertanian Kota persiapkan stan bibit dan tanaman yang menggunakan sistem tabulampot di Gema, Sabtu 10 Mei. | Ferdiansyah
Panitia Seminar Nasional Tabulampot: Si Kecil Berbuah Besar Alternatif Pertanian Kota persiapkan stan bibit dan tanaman yang menggunakan sistem tabulampot di Gema, Sabtu 10 Mei. | Ferdiansyah

BOPM WACANA — Masyarakat harusnya sudah beralih dari stigma hanya sebagai konsumen buah dengan kini menjadi produsennya. Sebab, melalui sistem tanam buah dalam pot (tabulampot), menanam buah bisa dilakukan di  manapun. “Durian sekalipun bisa tumbuh dan menghasilkan buah yang bagus kualitasnya. Dan bisa tumbuh di teras rumah kita,” ujar Sunardi, pakar tabulampot nasional.  Sunardi sampaikan hal itu dalam Seminar Nasional Tabulampot: Si Kecil Berbuah Besar, Alternatif Pertanian Kota di Gelanggang Mahasiswa USU, Sabtu (10/5).

Sunardi bilang pemihan jenis tanaman tinggal disesuaikan dengan ketinggian daerah tempat tinggal. “Setelah itu baru ke pemilihan bibit tanaman, media tanam dan pot, pemupukan yang efektif, serta pengendalian hama dan penyakit,” ucapnya. Ia pun menambahkan tren tabulampot di ibu kota sudah lumayan berkembang, walaupun kebanyakan masih sebagai dekorasi taman.

Niken Kemala, mahasiswa Fakultas Pertanian 2012 sependapat dengan Sunardi. Niken menganggap orang sekarang hanya tahu mengonsumsi buah tanpa tahu bagaimana asalnya. “Kalau kita bisa tanam sendiri kan enak juga, tinggal petik dari rumah,” tuturnya.

Ahmad Bagus Syahputra, ketua panitia acara ini, mengungkapkan memang sengaja mengangkat topik tabulampot untuk mengajak mahasiswa USU dan masyarakat keseluruhan sadar akan tanam buah sendiri. “Topik ini lagi booming di kota-kota besar. Mahasiswa USU harus ikut tahu dan aksi nyata,” katanya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).