BOPM Wacana

PJ Rektor: BKK Perlu Adakan Kegiatan Budaya Tiga Bulan Sekali

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Nurhanifah

Pejabat Rektro Prof Subilhar ikut menari dalam acara Guro-Guro Aron 2015. Acara ini merupakan acara kebudayaan Indonesia yang diselenggarakan badan kemahasiswaan dan kealumnian. | Nurhanifah
Pejabat Rektro Prof Subilhar ikut menari dalam acara Guro-Guro Aron 2015. Acara ini merupakan acara kebudayaan Indonesia yang diselenggarakan badan kemahasiswaan dan kealumnian. | Nurhanifah

BOPM WACANA | Prof Subhilhar, Pejabat (PJ) Rektor USU sampaikan pentingnya pengadaan  kegiatan budaya dalam tiga bulan sekali oleh Biro Kamahasiswaan dan Kealumnian (BKK). Kegiatan budaya ini merupakan bentuk nyata dari Talenta Bintang, yang terdapat dalam Rencana Strategis (Renstra) USU dalam poin kearifan lokal. “Renstra kita terlaksana, bakat mahasiswa tersampaikan,” ucapnya dalam pembukaan Guro-Guro Aron, Kamis (3/12), di Pendopo USU.

Subhilhar terangkan kegiatan budaya yang ia maksud, contohnya menampilkan tari Ronggeng Melayu, tari Tor-Tor, tari Papua, dan tarian dari seluruh Indonesia dalam satu hari seperti kegiatan Guro-Guro Aron. Nantinya kegiatan akan jadi salah satu wadah mahasiswa untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya Indonesia. Mahasiswa akan sadar betapa indah dan kayanya budaya Indonesia.

Hindun Pasaribu, Kepala BKK sambut baik usulan itu. Ia bilang  tahun depan akan usahakan kegaitan ini dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan Prof Subhilhar. Hanya saja, diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan acara budaya ini.

Bonifasia Pasaribu, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya 2012 sambut baik usulan Prof Subhilhar. Menurutnya kegiatan ini penting untuk kembali menyadarkan mahasiswa pentingnya pelestarian budaya oleh kaum muda. “Nantinya mahasiswa akan bangga dengan budayanya, dan bisa unjuk gigi melalui keahlian tarinya,” tutupnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).