BOPM Wacana

Nanang Sujana Kampanyekan Bela Masyarakat Lewat Film Dokumenter

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Vanisof Kristin Manalu

Nanang Sujana terangkan kampanye lewat audiovisual lebih mudah diterima dengan baik oleh kaum muda saat acara diskusi film dokumenter di Aula FEB, Kamis (7/1). | Vanisof Kristin Manalu
Nanang Sujana terangkan kampanye lewat audiovisual lebih mudah diterima dengan baik oleh kaum muda saat acara diskusi film dokumenter di Aula FEB, Kamis (7/1). | Vanisof Kristin Manalu

BOPM WACANA | Filmmaker Indonesia Nature Films Society (INFS) Nanang Sujana mengatakan kampanye pembelaan masyarakat dapat dilakukan lewat film dokumenter. Hal ini disebabkan masyarakat lebih mudah menerima informasi dengan menonton. “Bisa membuat anak muda lebih tertarik dan lebih kritis lagi,” jelasnya dalam Diskusi dan Pemutaran Film Dokumenter bertema Siapa Lagi Kalau Bukan Kita di Gedung Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Kamis (7/1).

Nanang contohkan film dokumenter yang disutradarainya mengangkat masalah penebangan hutan kemenyan oleh perusahaan PT Indorayon. Film ini dibuat untuk membela masyarakat pedalaman Desa Pandumaan, Sipituhuta yang kehilangan mata pencahariannya akibat hutan kemenyan mereka ditebang dan tanah mereka diambil perusahaan tersebut.

Nanang jelaskan melalui film dokumenter tersebut ia bermaksud menarik perhatian generasi muda sehingga lebih kritis menanggapi masalah tersebut. Ia berkunjung ke berbagai universitas di Indonesia untuk memutarkan dan berdiskusi perihal masalah tersebut.

Grace Valentine Hura, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat 2014 ungkapkan senang dengan pemutaran dan diskusi film dokumenter ini. Menurutnya film dokumenter ini merupakan bentuk kampanye sehat. “Dapat membangun rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sangat kreatif,” pungkasnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).