Oleh : Yael Stefany Sinaga
BOPM WACANA – Calon wakil gubernur (Cawagub) pasangan urut nomor satu Musa Rajeksyah mengatakan tidak memakai sistem pemerintahan yang manual untuk mengurangi tindakan korupsi untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Sabtu (5/5).
Musa mengatakan sesuai dengan visi dan misi akan memakai sistem elektronik planning dan elektronik budgeting untuk menghadapi kasus korupsi di Sumut khususya di bagian APBD. “Jadi kita tidak akan memakai sistem manual dan soal hukum pasti sudah berjalan,” ujar Musa.
Musa menjelaskan APBD yang sudah disepakati akan diawasi bersama-sama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Sumut dan masyarakat dapat melihat secara langsung di dalam ruang data yang sudah ada. “Walaupun selama ini ruang data tidak berjalan dengan baik,” tambahnya.
Pun akan membangun hubungan yang baik mulai dari pemerintahan tingkat provinsi sampai ke tingkat kabupaten. Agar pelayanan untuk masyarakat dapat teratasi dan berjalan dengan baik sehingga korupsi tidak terjadi.
Anggota Tim Sukses Pasangan Calon nomor urut satu Rendy Fortuna mengatakan komunikasi menjadi hal yang penting terutama dalam hubungan pemerintah tingkat provinsi sampai ke tingkat kabupaten. Ia menambahkan jawaban yang sudah diberikan oleh cawagub nomor urut satu sudah sesuai untuk mejawab keresahan masyrakat. “Nampak sangat siap pak ijek tadi menjawabnya,” pungkasnya.