BOPM Wacana

Kau Tulislah Kawan!

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Amanda Hidayat

Kau tulislah pikiranmu, kawan

Tapi, kau bacalah dulu pikiran orang lain yang sudah jadi tulisan

Agar, pikiran yang kau tuliskan enak dibaca, kawan

Kalau sudah, barulah kau tulis yang kau pikirkan

 

Jangan kau tanya, kenapa harus kita tuliskan pikiran kita

Suara kita tak lagi didengar, kawan

Triak-triak di jalan sekarang tak lagi didengar

Terlepas isi yang kau sampaikan berkualitas atau tidak

Toh, suaramu tak abadi, kawan

Beda dengan tulisan

 

Kau tulislah pikiranmu, kawan

Jangan lagi merong-rong di jalan-jalan

Suaramu kau keluarkan, lalu terbang ke awang-awang

Teman-teman aksimu, tertawa-tawa di barisan

 

Kau tulislah sekarang, cepat sekarang

Bilang sama kawan-kawanmu, yang dulu saat kau bicara mereka tertawa-tawa

“Terima kasih kalian, barisan para pecundang. Orang bicara tak kalian dengarkan, padahal kalian sendiri yang mengadakan”

Bilang lagi

“Terima kasih kalian, barisan anak bawang. Orang bicara kau tertawa-tawa saja, padahal kalian ingin aksi kalian didengar”

Mulailah kau tuliskan. Sekarang!

Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4