BOPM Wacana

Kata Mahasiswa USU tentang Perkuliahan Luring

Dark Mode | Moda Gelap

Pandemi Covid-19 telah memutarbalikkan pola hidup masyarakat di seluruh belahan dimensi, tak terkecuali lingkup pendidikan. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu, tepatnya dua tahun terakhir menjadi momen dimana mayoritas kegiatan termasuk aktivitas perkuliahan dilaksanakan secara daring. Namun, upaya pemutusan rantai penyebaran virus tersebut mulai membuahkan hasil belakangan ini.

Sementara di sisi lain, dalam konteks perkuliahan, mahasiswa kerap dituntut lebih banyak bersosialisasi dan berpikir lebih kritis. Mengingat telah diberlakukannya aktivitas tatap muka di beberapa negara, termasuk Indonesia, tentu akan lebih mudah bagi civitas academica agar kembali membuka diri bagi mahasiswa dalam pengaktualisasian dirinya melalui diberlakukannya perkuliahan tatap muka.

Dua tahun di tengah-tengah pandemic bukanlah waktu yang singkat. Berkaca dari hal di atas, kita tidak bisa begitu saja lupa akan apa yang terjadi saat perkuliahan daring kemarin. Kembalinya perkuliahan luring pasca pandemi menghadirkan suasana yang berbeda dalam lingkungan kampus. Hal ini menimbulkan beberapa pandangan dan perasaan tertentu bagi beberapa mahasiswa yang saat ini mencoba beradaptasi kembali dalam pembelajaran dan interaksi tatap muka. Berikut beberapa tanggapan dari mahasiswa USU terkait perkuliahan luring:

Yosida Y. Malau – Fakultas Psikologi 2021

Saya sedikit terkejut dengan kehidupan tatap muka di kampus, selama perkuliahan daring kemarin berlangsung, cukup sulit bagi saya untuk kembali berinteraksi langsung dengan banyak orang. Namun, setelah beberapa hari menjalankan perkuliahan luring dan jurusan yang saya jalani mengharuskan diskusi dan presentasi dalam setiap mata kuliah, saya mulai terbiasa. Hal ini bahkan menjadi “warna baru” yang mengesankan bagi saya dalam menjalani perkuliahan. Ditambah lagi, kampus tetap menegakkan aturan jaga jarak dan protokol kesehatan serta bersihnya ruangan kelas membuat saya nyaman dalam sistem pembelajaran.

 

Khairani – Fakultas Ilmu & Budaya 2022

Sejak ditetapkannya PKKMB luring kemarin, semangat saya masih menyala karena saya sangat menikmati interaksi langsung dengan warga kampus. Saya meyukai perjumpaan saya secara langsung dengan teman-teman dan bapak/ibu dosen yang sangat ramah dan bersahabat. Lebih lagi, saya melihat berbagai jenis orang dengan karakteristik yang sangat unik dan menarik sehingga membuat saya lebih merasa santai dalam menjalani perkuliahan sekalipun diberi berbagai tugas kuliah yang banyak.

 

Larasaty Trisna Listy – Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam 2022

Saya sangat bersyukur bisa menjalankan perkuliahan dari awal dengan tatap muka, setelah sekian lama menjalani pembelajaran daring selama di sekolah dulu. Hal ini juga menambah kedekatan saya dengan teman-teman saya karena menjalani aktivitas perkuliahan secara tatap muka dan pertemuan yang intens. Materi yang disampaikan oleh para dosen jauh membuat saya lebih memahami dibanding dengan pembelajaran daring.

 

Oscar Erastus Manurung – Fakultas Ilmu Budaya 2019

Sebenarnya agak bimbang mau bersyukur atau tidak, soalnya perkuliahan tatap muka berarti kita juga ujian secara offline. Selama ini sudah terbiasa ujian secara online jadi mungkin wajib menyesuaikan lagi menghadapi ujian yang akan datang. Baik Ujian Tengah Semester ataupun Ujian Akhir Semester. Tetapi terlebih dari situ saya kurang merasakan terlalu besar euphoria kuliah offline ini sekarang. Karena masih KKN dan pembelajaran dilaksanakan secara online.

Daniel Kevin Lase – Fakultas Hukum 2019

Saya rasa mengganti kebiasaan menjadi hal yang sulit bagi kita semua dalam melaksanakan perkuliahans secara offline ini. Apalagi ketika perkuliahan dilaksanakan pagi hari. Yang biasanya bisa langsung buka device untuk perkuliahan, jadi harus siap-siap terlebih dahulu dan otomatis wajib bangun lebih pagi.

Dimas Pramuja – Fakultas Pertanian 2018

Kalau perkuliahan secara offline bukan hal baru bagi saya. Saya sudah pernah melaskanakan perkulihan offline di semester awal dan untuk perkuliahan offline sekarang sih saya tidak ada matakuliah lagi. Saya tinggal skripsian, jantungan juga sih memikirkan mulai dari bagaimana nanti seminar proposal sampai sidang secara offline. Tetapi terlepas dari situ ya perkuliahan secara offline ini patut kita syukuri bersama.

Kristian Enus – Fakultas Kesehatan Masyarakat 2020

Sejauh ini perkuliahan luring sangat kondusif dan tertata dengan baik. Mahasiswa lebih mengenal kehidupan kampus dimana dia belajar. Pembelajaran luring sangat baik diterapkan saat ini, sehingga tidak ada lagi kegiatan praktikum yang tidak maksimal karena dilaksanakan secara daring seperti semester sebelumnya. Disamping itu, saat luring seperi ini mahasiswa lebih banyak bersosialisasi dengan teman, dosen dan lingkungan belajarnya.

Komentar Facebook Anda

Rachel Caroline L. Toruan

Penulis adalah Mahasiswa Psikologi USU Stambuk 2021. Saat ini Rachel menjabat sebagai Koordinator Multimedia BOPM Wacana.