BOPM Wacana

Juni Terpilih, Alex Kecewa Baru Dilantik Jadi Gubernur FKM

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Vanisof Kristin Manalu

Gubernur FKM Alexander Bukit menandatangani Surat Keputusan Pelantikan  Gubernur, Rabu (28/9) di Auditorium FKM. | Vanisof Kristin Manalu
Gubernur FKM Alexander Bukit menandatangani Surat Keputusan Pelantikan Gubernur, Rabu (28/9) di Auditorium FKM. | Vanisof Kristin Manalu

BOPM WACANA | Gubernur Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Alexander Bukit kecewa karena lamanya pelantikan dilaksanakan oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Fakultas (MPMF). Pasalnya, ia terpilih sejak 15 Juni lalu dan baru dilantik 28 September. Ia mengatakan hal ini disebabkan karena masa libur yang panjang dan ketidaksiapan MPMF. “Kami maklum, tapi sebenarnya itu bukan alasan,” ujarnya usai pelatikan, Rabu (28/9) di Auditorium FKM.

Alex mengatakan hal ini berdampak pada program kerja (progja) yang sedikit terganggu. Misalnya acara Dies Natalis FKM yang seharusnya bisa dipegang oleh Pema FKM namun karena belum dilantik maka mereka tak terlalu banyak terlibat. Selain itu, anggota pema harus dilantik secara bersamaan sebab Pema FKM harus mengejar pelaksanaan berbagai progja.

Nanda Guntara Ketua MPMF membenarkan bahwa lamanya pelantikan ini disebabkan karena libur panjang yang mengakibatkan komunikasi antara anggota MPMF menjadi kendala. “Enggak semua anggota MPMF tinggal di Medan. Gak akan kuorum kalau buat rapat saat libur,” ujarnya.

Menurut Nanda, MPMF mulai mempersiapkan pelantikan sejak awal September. Mulai dari undangan, sosialisasi, dan proposal dana. Setelah itu MPMF menetapkan pelantikan dilakukan pada 28 September. “Ini merupakan waktu yang tepat karena karena semua persiapan pelantikan telah selesai,” ungkapnya.

Ke depannya, Alex berharap Pema FKM tetap bisa mengaplikasikan semua program kerja yang telah disusun hingga masa kepengrusan berakhir pada 28 September 2017.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).