BOPM Wacana

Jegal Sampai Gagal

Dark Mode | Moda Gelap
Jegal | Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (Akbar Sumut) melakukan aksi gagalkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen sepeti Buruh, Tani, Mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat lainnya, Kamis (16/7) | Widiya Hastuti

 

Longmarch | Massa aksi Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (Akbar Sumut) melakukan longmarch, Kamis (16/7). Aksi di mulai di Simpang Marendal Jl. Sisingamangaraja menuju Flyover Amplas. | Widiya Hastuti

 

Protes | Massa aksi membawa sebuah poster mengungkapkan kemarahannya atas tindakan pemerintah yang lambat mengatasi pandemi Covid-19. Ditambah DPR-RI yang berencana untuk bergegas mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Kamis (16/7) | Widiya Hastuti

 

Tuntut | Seorang ibu peserta aksi memegang karton berisi tuntutan gagalkan Omnibus Law. Tuntutan ini karena Omnibus Law akan memperkaya investor sedangkan anak negeri dapat dengan mudah kehilangan tanah. | Widiya Hastuti

 

Gigih | Seorang nenek ikut dalam aksi tolak Omnibus Law bersama Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (Akbar Sumut), Kamis (16/7). Usia tidak menghalangi untuk ikut aksi dan longmarch. | Widiya Hastuti

 

Poster | Massa aksi membawa berbagai macam poster berisi kata-kata protes terhadap kebijakan pemerintah, Kamis (16/7). Poster-poster ini tidak hanya tentang Omnibus Law. | Widiya Hastuti

 

Diskusi | Perangkat aksi bernegosiasi dengan aparat keamanan mengenai penggunaan ruas jalan oleh massa aksi, Kamis (16/7). Hasil negosiasi disepakati massa aksi akan memakai setengah dari ruas jalan. | Widiya Hastuti

 

BPJS | Aksi Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (Akbar Sumut) tidak hanya menuntut untuk menggagalkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Banyak tuntutan lainya seperti menolak kenaikan iuran BPJS, Kamis (16/7) | Widiya Hastuti

 

Bekal | Ibu-ibu massa aksi yang terdiri dari petani membawa bekal untuk makan siang dalam aksi tolak Omnibus Law. Mereka juga menuntut tanah yang tengah bersengketa dengan PTPN II, Kamis (16/7) | Widiya Hastuti

 

Angkat Spanduk | Seorang massa aksi yang tergabung dalam Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (Akbar Sumut) sedang berdiri sambil mengangkat spanduk bertuliskan #iniaksikamimanaaksimu, Kamis (16/7) di Jembatan Layang Amplas, Medan. | Yael Stefany

 

Kesetaraan | Aksi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (Akbar Sumut) juga menuntut pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Kamis (16/7). Berbagai poster tetntang kesetaraan gender dan menolak kekerasan seksual banyak di bawa massa aksi. | Widiya Hastuti

 

Tidur | seorang anak tidur dipangkuan ibunya setelah ikut aksi dan longmarch, Kamis (16/7). Beberapa anak mengikuti aksi ini sebagian besar dibawa oleh orang tuanya. | Widiya Hastuti

 

Istirahat | Seorang Ibu yang tergabung dalam Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (Akbar Sumut) sedang duduk istirahat setelah long march sambil memegang spanduk karton yang bertuliskan “Pak Presiden Rakyat Lapar,” Kamis (16/7) di Jembatan Layang Amplas, Medan. | Yael Stefany

 

Kesempatan | Para pedagang asongan menawarkan dagangannya kepada massa aksi, Kamis (16/7) Banyak pedagang yang mengikuti massa aksi untuk berjualan. | Widiya Hastuti

 

Kepalkan | Ibu-ibu massa aksi mengangkat tangan menyambut teriakan dari pengeras suara meskipun tengah makan, Kamis (16/7). Mereka semangat melakukan aksi meski di bawah terik | Widiya Hastuti

 

Wawancara | Pimpinan Aksi Marthin tengah melakukan konferensi pers, Kamis (16/7). Marthin menjelaskan Aliansi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (Akbar Sumut) akan terus menolak Omnibus Law Cipta Kerja hingga gagal karena RUU Cipta Kerja tersebut akan sangat menindas rakyat. | Widiya Hastuti

 

Ibadah | Memasuki waktu shalat Dzuhur massa aksi melakukan shalat berjamaah, Kamis (16/7) Shalat dilakukan di tempat aksi berlangsung. | Widiya Hastuti

 

Puisi | Surya Endon Sitorus, Mahasiswa membacakan musikalisasi puisi Wiji Thukul berjudul Kebenaran Akan Terus Hidup, Kamis (16/7). Banyak massa aksi ikut menyanyikan lagu tersebut. | Widiya Hastuti

 

menyanyi | Aggus Sinaga atau Toxic menyanyikan lagu bergenre hip-hop berjudul Tolak Omnibus Law, Kamis (16/7). Ia menciptakan lagu tersebut dua hari sebelum aksi. | Widiya Hastuti

 

Terbang | Ananda, massa aksi anak-anak diangkat ke udara setelah menyanyikan lagu Darah Juang yang di sambut massa aksi dengan ramai, Kamis (16/7). Ia mengikuti aksi bersama petani. | Widiya Hastuti
Komentar Facebook Anda

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).

Pentingnya Mempersiapkan CV Bagi Mahasiswa | Podcast Wacana #Eps4