
Oleh: Dea Amanda Sembiring
USU, wacana.org – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah menyelenggarakan Talkshow and Exhibition bertemakan “Industri Penyiaran dan Perubahan Dunia” sebagai bagian dari rangkaian acara Konferensi Penyiaran Indonesia tanggal 25-27 Juli 2023, bertempat di Aula FISIP USU, Senin (25/07).
Talkshow and Exhibition ini menghadirkan tiga narasumber, diantaranya, Dr. Usman Kansong, S.Sos., M.Si. (Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo RI), Drs. Muhammad Syahrir, M.I.Kom. (Komisioner KPID Sumut), dan Dr. Phil Ichwan Azhari (Dosen UNIMED).
Usman menyinggung perkembangan dunia penyiaran Indonesia sejak era orde baru hingga era reformasi, perlunya penggecaran digitalisasi industri di kemudian hari. Selain itu, terkait kajian historis perkembangan media penyiaran Indonesia, Ichwan memaparkan peran penting media cetak/koran sebagai sumber informasi sebelum penyiaran dikenal luas, terkhusus di provinsi Sumatera Utara. “Penyiaran di dalam masyarakat tradisional muncul dalam bentuk orasi-orasi, syair-syair, …” jelas Ichwan.
Menanggapi transformasi penyiaran Indonesia, Syahrir berpendapat bahwa Indonesia seharusnya sudah melakukan digitalisasi sejak dahulu supaya tidak tertinggal dengan perubahan dunia. Syahrir juga berkomentar tentang kualitas konten televisi yang tidak diminati anak muda. “Bagaimana supaya orang yang tidak menonton menjadi penonton, itu persoalannya,” Ungkap Syahrir.
Doli Harahap, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Politik Angkatan 2022, mengapresiasi kegiatan ini sebagai satu bentuk edukasi seputar penyiaran Indonesia. Menurut Doli, ini penting sebagai bekal masyarakat untuk lebih bijak membaca berita menuju tahun politik 2024. “Semoga industri penyiaran Indonesia dapat menjadi sumber informasi atau berita yang sehat untuk masyarakat.” Tutup Doli.