
Oleh: Haibatul Aslamiyah
USU, wacana.org — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar International Guest Lecture Discussion bertajuk “Social Protection for Vulnerable People: A Comparative Study on Ageing Policy and Practice between Thailand and Indonesia” di Aula FISIP USU, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Assoc. Prof. Puchong Senanuch, Ph.D., Associate Professor Thammasat University, Thailand, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Puchong menyoroti krisis jaminan pensiun bagi lansia yang bekerja di sektor informal di ASEAN. “Tingginya ketergantungan masyarakat pada pekerjaan informal menjadi salah satu persoalan mendasar yang menyebabkan sebagian masyarakat memasuki masa tua tanpa memiliki jaminan pensiun yang memadai,” paparnya.
Puchong membahas sejumlah tantangan sosial yang dihadapi negara-negara ASEAN, di antaranya kemiskinan, ketimpangan, pertambahan jumlah penduduk lanjut usia (lansia), meningkatnya kebutuhan perawatan, serta ketidakstabilan pendapatan akibat pekerjaan informal.
Ia juga menjelaskan alasan Thailand dan Indonesia menjadi objek perbandingan dalam pembahasan kebijakan penuaan penduduk. “Thailand dan Indonesia sama-sama menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia. Namun, Thailand dinilai telah memasuki tahap transisi demografis yang lebih jauh dibandingkan Indonesia,” tambahnya.
Selain itu, Puchong menyampaikan bahwa tingginya ketergantungan masyarakat pada pekerjaan informal menjadi salah satu persoalan yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan sebagian masyarakat memasuki masa tua tanpa memiliki jaminan pensiun yang memadai.
Di akhir pemaparannya, ia menyoroti pentingnya dukungan komunitas dan keterlibatan berbagai pihak dalam memenuhi kebutuhan lansia. “Perlindungan sosial bagi lansia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah melalui kebijakan, tetapi juga membutuhkan dukungan komunitas dan keterlibatan berbagai pihak agar lansia dapat menjalani kehidupan secara layak,” tutur Puchong.
Salah satu peserta dari Program Studi Ilmu Politik angkatan 2026, Miftahul Ihsan, menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan lansia perlu menjadi perhatian. “Pemenuhan kebutuhan lansia perlu menjadi perhatian, terutama melalui pemberdayaan dan pemerataan fasilitas pendukung bagi mereka,” ujarnya.



