
Oleh: Muhammad Rifqy Ramadhan Lubis
Medan, wacana.org – Penulis buku #Reset Indonesia, Dhandy Laksono, menyebutkan demokrasi Indonesia rusak sejak dari partai. Hal ini disampaikan lewat diskusi bedah buku #Reset Indonesia di Serayu Cafe and Space, pada Kamis (5/2/2025).
Dandhy menegaskan bahwa krisis demokrasi hari ini bermula dari jantung sistem itu sendiri yaitu partai politik. Menurutnya, partai seharusnya menjadi pilar utama demokrasi. Namun ironisnya, banyak partai justru tidak menjalankan prinsip demokrasi di dalam tubuh organisasinya. “Partai adalah kunci sistem demokrasi, tapi di dalam partainya sendiri tidak demokratis,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa, bagaimana sistem politik yang rusak melumpuhkan kesadaran publik. Seperti ketakutan, kebodohan yang dipelihara, serta kemiskinan struktural membuat masyarakat tidak lagi berani melawan, mendebat, atau menolak.
“Ini bukan politik yang normal, sehingga diibaratkan kita terlalu takut untuk melawan, terlalu bodoh untuk mendebat, terlalu miskin untuk menolak. Itu adalah situasi dimana semua masyarakat sudah lumpuh, bermimpi sudah tidak berani,” ucapnya.
Selaras dengan itu, Dosen Antropologi Universitas Sumatera Utara (USU), Ibnu Avena Matondang, menilai bahwa penyakit utama dalam praktik politik dan demokrasi Indonesia hari ini adalah hilangnya rasa saling percaya, baik antarwarga negara maupun antara rakyat dan elite politik.
Menurut Ibnu, masyarakat saat ini hidup dalam paradoks politik yang akut. Pihak yang dianggap sebagai musuh justru berasal dari lingkaran yang sama, bahkan menjadi bagian dari kekuasaan. Ia juga mengkritik banyak gelar akademik yang kerap dijadikan alat legitimasi politik semata, bukan sebagai hasil dari proses intelektual yang kritis dan bertanggung jawab.
“Kita lihat, misalnya, kader-kader partai legislator, bukan tidak materil secara gelar, tapi persoalannya di kameranya juga tidak selaras, misalnya, dengan pendidikan. Jadi deretan gelar yang harus dipajang itu menjadi legitimasi, dan lagi-lagi akademisi yang menjadi akademisi pelacur dalam konstelasi politik hari ini,” ucapnya.



