BOPM Wacana

BKK Tambah Penerima Beasiswa PPA Jadi 1100

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Lazuardi Pratama

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian (BKK) Hindun Pasaribu, Kamis (2/4) di ruang BKK. Hindun terangkan pendaftaran mawapres diperpanjang hingga| Tantry Ika Adriati
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian (BKK) Hindun Pasaribu, Kamis (2/4) di ruang BKK. Tahun ini 1100 mahasiswa mendapat beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik. | Tantry Ika Adriati

BOPM WACANA | Tahun ini, Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian (BKK) menambah kuota penerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) menjadi 1100 penerima setelah tahun sebelumnya 900-an penerima. Peningkatan kuota penerima ini ditujukan untuk menggenjot kuantitas proposal karya ilmiah dari mahasiswa. Untuk diketahui, sejak tahun lalu, proposal karya ilmiah menjadi salah satu syarat penerima beasiswa. Hal ini dikatakan Hindun Pasaribu, Kepala BKK, Sabtu (11/4).

Hindun mengatakan, peningkatan kuota penerima diharapkan sejalan dengan meningkatnya proposal karya ilmiah oleh mahasiswa. Tahun lalu, dari 900-an penerima, sekitar 780 proposal masuk ke BKK. Proposal itu kemudian diseleksi oleh tim pemeriksa dari BKK menghasilkan satu proposal yang tembus ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas) 2014. PIMNas diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) setiap tahun. “Tahun ini kita sudah janji ke kementerian, enam mahasiswa ke PIMNas,” ujar Hindun.

Sementara itu, Mahasiswa Fakultas Hukum 2013 Ruth Nelta Tambunan yang juga calon peserta penerima beasiswa PPA sepakat dengan alasan Hindun. Menurutnya, penelitian yang dilakukan mahasiswa kini khususnya di fakultasnya sangat minim. Hal itu disebabkan biaya penelitian yang mahal dan kesadaran mahasiswa yang rendah. Ia mengatakan meningkatnya jumlah penerima beasiswa ini dapat sejalan dengan meningkatnya jumlah penelitian mahasiswa. “Jadi mahasiswa bisa semangat,” tandasnya.

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).