BOPM Wacana

Antara Aksi dan Menulis

Dark Mode | Moda Gelap

Oleh: Mezbah Simanjuntak

 

Aku tak tahu apa yang kulakukan benar

Seorang teman pernah berkata

Dan, itu sempat membuatku berpikir kembali

Ia sedikit berbeda denganku dalam hal pola pikir

Walau bisa kujengkali isi kepalanya jauh di bawah standarku

Ia lebih memilih turun ke jalan guna menyuarakan ‘suaranya’

Aku lebih memilih berkutat dengan kertas dan tinta

Aku tak pernah keberatan jika ia berbuat begitu

Namun, suatu hari ia bertanya, untuk apa kau melakukan itu?

Kaum muda sudah seharusnya berjuang dengan cara berpanas-panasan ria

Suara habis efek samping teriak-teriak di toa dan baginya itulah hal yang benar

Bagiku menulis adalah perjuangan terakhir kala semua perjuangan telah dibungkam

Namun ia mempertanyakan tulisan seperti apa yang bisa mengubah pola pikir

Ia terus menerus menekanku, meminta contoh tulisan yang bisa memengaruhi orang lain supaya berjuang

Ia melihat bahwa menulis ibarat payudara kendor, sama sekali tidak menarik

Aku tertawa dalam hati, dari mana ia mendapatkan ilmu tentang yang ia perjuangkan

Tentang hal-hal yang sangat bertentangan dengan idealismenya

Tentang bagaimana pendahulu yang jauh sebelum dirinya juga melakukan perjuangan seperti yang ia lakukan

Bisa kupastikan kalau ia terdorong dengan buku-buku yang ia baca

Dan ia lupa, bahwa buku ada karena seseorang terus berusaha menulis

Menulis dalam secarik kertas setiap momen dalam hidup

Agar semua orang yang berbeda zaman tetap mengetahuinya dan tetap abadi

Komentar Facebook Anda
Redaksi

Redaksi

Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana merupakan pers mahasiswa yang berdiri di luar kampus dan dikelola secara mandiri oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU).